Translate This Entries?

Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Sejarah Dan Perkembangan Internet

Sejarah Internet

 jaringan internet

Internet singkatan dari Interconnection-networking. Penjelasan secara umum yaitu suatu sistem global dari semua jaringan komputer yang saling terhubung satu sama lain menggunakan standard Internet Protocol Suite (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) untuk bisa melayani milyaran lebih user di seluruh jagat raya. Menurut situs wikipedia menerangkan bahwa Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Tahun 1971, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
sejarah internet
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator. Disusul lagi dengan kehadiran browser internet terbaru seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari, Opera, IE, dll.

Melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter, Facebook, Google Plus One (G+) dan lain sebagainya.

konsep internet 
Dalam perkembangannya yang hanya terbatas di negara Amerika Serikat, sekarang Internet bisa digunakan di seluruh dunia. Di dalam penggunaan Internet, terdapat beberapa protokol-protokol Internet yang digunakan, antara lain, TCF, DNS, IP, SSL, FTP, Telnet, HTTPS, SSH, HTTP, POP3, UDP, IMAP, dan SMTP. Beberapa layanan-layanan populer Internet yang menggunakan protokol-protokol tersebut adalah surel (surat elektronik) atau biasa di sebut email, Newsgroup, Usenet, File Sharing, IRC, WWW, dan sebagainya. Beberapa yang disebutkan diatas, yang paling sering digunakan yaitu email dan WWW. Selain yang disebut diatas, Internet dapat digunakan untuk berhubungan antara dua pengguna atau lebih melalui aplikasi pengiriman pesan secara instan seperti YM, MSN, Camfrog, Facebook, Twitter, dan Pidgin atau beberapa aplikasi sejenis yang sekarang ini berkembang pesat.
Internet secara tidak langsung memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pandangan dunia. Sekarang ini dengan hanya menggunakan Internet dan mengakses Google, pengguna dapat memperoleh berbagai macam informasi yang sangat lengkap bila dibanding mencari informasi di buku perpustakaan.

Internet semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan Internet termasuk perpustakaan, dan Internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses Internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.

Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses Internet.

Selain itu kita juga bisa menggunakan modem, baik modem internal atau eksternal, modem kabel (ADSL, dial-up, dll) atau nirkabel (modem 3G, GSM, CDMA, dll).

TOKOH-TOKOH INTERNET:
  • Tim Berners-Lee pencipta WWW (World Wide Web)
  • Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail
  • Tim Berners-Lee, penemu dan pengembang internet hingga seperti saat sekarang ini

Iman Pada Teori Fisika: Tafsir Multijagad Mekanika Kuantum

 
Untuk memahami alam semesta dan segala mekanismenya, manusia mengembangkan teori-teori fisika.  Teori fisika memberikan penjelasan berdasarkan rasio empiris yang dimiliki manusia. Pada dasarnya, teori fisika terdiri dari dua unsur, yaitu bagian formal dan bagian interpretif (Everett, 1973:133). Bagian formal mencakup struktur yang murni logika matematika. Struktur ini disebut pula model matematika. Manusia mengabstraksi alam menjadi seperangkat persamaan-persamaan dan aturan logika untuk memanipulasi persamaan tersebut. Sebuah konsep yang ditarik dari alam dibentuk menjadi simbol dan direkayasa sesuai aturan berpikir jernih sehingga diperoleh konsekuensi-konsekuensi. Bagian interpretif mencakup seperangkat asosiasi antara model matematika dengan pengalaman duniawi. Artinya, konsekuensi yang didapatkan dari aturan bernalar kemudian di kembalikan ke alam untuk diuji kebenarannya. Aturan ini berbentuk semantik yang mengkaitkan bahasa teori formal dengan bahasa hidup sehari-hari (Frank, 1946:3-4). Tulisan ini akan menunjukkan kalau terdapat beberapa teori dalam fisika pada dasarnya dibangun bukan oleh pembuktian tersebut, namun berdasarkan keimanan. Lebih lanjut, juga ditunjukkan kalau setidaknya dalam kasus tafsir multijagad, teori yang dipercaya secara dogmatis tersebut berhasil ditunjukkan, secara tidak langsung, berdasarkan perkembangan teknologi kemudian.
A.    Mitos Lenyapnya Mitos dalam Sains
Mitos merupakan sebuah penjelasan sementara yang dianggap menjadi penjelasan pasti atas sesuatu. Sementara diartikan sebagai sebuah penjelasan yang tidak memiliki bukti. Apabila ada bukti, maka penjelasan sementara akan digantikan dengan penjelasan yang objektif dan bersifat permanen. Penjelasan tersebut mengangkat mitos menjadi faktual, jika mitos tersebut terbukti benar. Sebaliknya, ketika mitos tersebut terbukti salah, mitos baru muncul sampai ada mitos yang terbukti benar.
Mengatakan kalau pelangi merupakan turunnya bidadari dari langit adalah mitos, karena setelah diperiksa, ternyata tidak ada bidadari di ujung pelangi. Mitos bidadari dan pelangi berangkat dari pengalaman penutur mitos, mungkin ia membayangkan para bidadari memiliki selendang aneka warna dan berada di langit, sehingga ketika pelangi terlihat menyentuk langit, dapat diasosiasikan kalau bidadari turun dari langit dan selendangnya membekas menjadi aneka warna. Orang kemudian memunculkan mitos baru berdasarkan pengalamannya, katakanlah bahwa pelangi adalah hasil pembiasan cahaya. Mitos ini diuji dalam realitas kembali dan ternyata benar, pembiasan cahaya menghasilkan pelangi. Mitos tersebut menjadi sebuah fakta.
Sains sendiri dapat dipahami sebagai ilmu dan sebagai proses. Sebagai ilmu, teori yang belum terbukti benar atau salah merupakan bagian dari sains. Ia menjadi bagian penjelasan umum yang sementara atas sebuah fenomena alam. Sebagai proses, teori yang belum terbukti benar atau salah bukan merupakan bagian dari sains. Ia dapat dipahami sebagai mitos pula, hingga sains membuktikannya benar atau tidak. Karena sains pada intinya bukan lagi dipandang sebagai koleksi pengetahuan umum namun dipandang sebagai sebuah semangat untuk menggunakan nalar (baik deduktif rasional maupun induktif empiris) maka teori di masa sekarang dapat disebut sebagai mitos, dalam artian teori yang belum terbukti kebenarannya.
B.     Antara Realitas dan Teori sebagai Mitos
Sebuah teori memiliki seperangkat proposisi atau pernyataan yang membangun teori tersebut. Sebagai contoh, teori gerak Newton terdiri dari empat proposisi: tiga proposisi yang terkenal sebagai hukum gerak Newton dan satu proposisi tentang hukum gravitasi. Keempat proposisi ini semua terbukti benar dan menjadi pendukung kuat kebenaran teori gerak Newton sebagai teori yang ilmiah.
Dalam pandangan hubungan antara teori sebagai mitos dan realitas senyatanya, filsafat sains memiliki dua aliran besar, yaitu positivisme ekstrim dan positivisme moderat. Keduanya merupakan positivis karena menekankan pada nalar dan logika dalam mencari fakta dan untuk menerima teori (Psillos, 2007:184).
Positivisme ekstrim atau positivisme garis keras memandang proposisi-proposisi yang menyusun sebuah teori, seluruhnya harus dianggap mitos dan dibuktikan kebenarannya (Barrett, 2011). Dengan kata lain, sebuah teori yang ilmiah haruslah teori yang isomorfisme yaitu  memiliki korespondensi satu-satu dengan realitas. Positivisme moderat sebaliknya, cukup beberapa proposisi saja dalam sebuah teori yang perlu dibuktikan dan proposisi lainnya cukup diimani saja sebagai bagian yang tak dapat lepas dari perangkat teori yang telah terbukti sebagian kebenarannya tersebut (Frank, 1955:291-2). Teori ilmiah dalam perspektif positivisme moderat cukup bersifat homomorfisme yaitu sebagian saja yang berkorespondensi dengan realitas (Everett, 1973:133). Dalam wacana positivisme moderat, maka sains akan penuh dengan teori-teori tidak sempurna dalam pandangan positivisme garis keras. Sementara itu, bagi positivisme moderat sendiri, desakan agar seluruh proposisi sebuah teori sains dibuktikan akan memiskinkan sains karena beberapa teori yang telah dipandang ampuh walaupun masih terjelaskan parsial, akan diusir keluar dari sains.
C.    Wacana Teori Segalanya
Bagi penganut positivisme garis keras, teori segalanya adalah sebuah utopia. Teori segalanya adalah teori yang dimaksudkan untuk menjelaskan segalanya. Hal ini adalah konsekuensi logis dari penyempurnaan teori terus menerus. Sebagai contoh, katakanlah suatu teori mengandung 3 proposisi dan ketiga proposisi ini telah menjadi sebuah kepastian, maka teori ini menjadi kokoh. Ketika ada fenomena baru yang tak dapat dijelaskan teori ini, maka dibangun teori baru yang menyempurnakan dengan menambahkan, katakanlah satu proposisi, sehingga menjadi teori dengan 4 proposisi. Hal ini terus berlanjut sehingga sebuah teori baru muncul dari teori-teori lama dengan menambahkan proposisi-proposisinya. Anggap alam semesta dapat dijelaskan oleh sebuah teori dengan 40 proposisi, maka suatu saat, akumulasi dari proposisi-proposisi teori pada akhirnya akan mencapai kesempurnaan dengan 40 proposisi ini, dan tercapailah akhir dari sains. Dikatakan sebagai akhir dari sains karena telah tidak ada lagi proses penemuan induktif empiris. Yang tersisa adalah penemuan deduktif yang tidak lagi mampu diartikan sebagai penemuan, karena pada dasarnya hanya menarik dari satu teori utama, yaitu teori segalanya.
Masalahnya sekarang adalah kita tidak tahu berapa banyak proposisi yang dapat dimiliki oleh sebuah teori segalanya. Ilmuan di abad ke-19 misalnya, percaya kalau teori Newton adalah teori segalanya dengan keempat proposisinya. Karena ia dianggap sebagai teori segalanya maka ialah realitas yang sesungguhnya (Everett, 1973:134), dalam artian aturan matematis yang tersemantikkan dalam dunia pengalaman manusia. Tetapi setelah Einstein menemukan teori relativitasnya, teori Newton menjadi tidak selengkap relativitas Einstein. Kekuasaan teori relativitaspun tak lama ketika teori mekanika kuantum dirumuskan. Akibatnya teori segalanya harus mencakup proposisi-proposisi yang mewadahi teori relativitas Einstein dan mekanika kuantum sekaligus.
Kemudian bagaimana jika teori segalanya memiliki 6 juta proposisi didalamnya, apakah ini berarti teori tersebut tidak akan pernah dicapai manusia kapanpun. Dan jika tercapaipun, akankah teori tersebut terpahami oleh manusia? Bagaimana bentuk semantiknya?
Aliran positivisme moderat memandang teori segalanya mungkin tak akan pernah tercapai secara mutlak karena beberapa bagian dari teori tersebut akan berada di luar pengalaman manusia. Tak mungkin dapat lagi beberapa proposisinya diuji secara empiris karena untuk itu dibutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai alam semesta. Tidak ada cara untuk memverifikasi kalau suatu teori segalanya sepenuhnya benar, semata karena totalitas seluruh pengalaman tidak akan pernah terakses oleh kita (Everett, 1973:134).
D.    Tafsir Mekanika Gelombang Murni
Teori relativitas telah begitu rumitnya dan tak kalah rumitnya mekanika kuantum. Dalam upaya mencapai teori segalanya, ilmuan semestinya memahami bagaimana teori relativitas dan teori kuantum dapat disatukan. Teori kuantum khususnya, memiliki tiga penafsiran: (1) tafsiran standar von Neumann-Dirac, (2) tafsiran Kopenhagen, dan (3) tafsiran mekanika gelombang murni (Barrett, 2011). Dari ketiga tafsiran ini, yang umum diterima sekarang adalah tafsiran mekanika gelombang murni dari Hugh Everett III. Lebih jauh, tafsiran ini juga yang paling sederhana.
Teori multijagad berangkat dari pemahaman kuantum kalau keadaan alam semesta merupakan bentuk sebuah benda matematis yang disebut fungsi gelombang. Dimensi waktu membuat keadaan alam semesta ini berevolusi. Dalam mekanika kuantum sendiri, keadaan partikel bersifat acak dan tidak pasti. Walau begitu, fungsi gelombang berevolusi dengan cara yang deterministik (Tegmark, 2005).
Penafsiran Everett meramalkan kalau keacakan yang muncul pada dasarnya adalah determinisme. Jika seseorang diajak pergi makan malam dan orang tersebut merespon ajakan tersebut, dunia membelah menjadi dua (atau berapapun banyaknya pilihan yang ada) yaitu dunia dengan orang yang memutuskan untuk menerima dan dunia dengan orang yang memutuskan untuk menolak.
 
Gambar 1: Terciptanya dua dunia (sumber: Tegmark, 2005)
 Ilustrasi yang lebih matematis adalah sebagai berikut. Jika peluang mata dadu 3 muncul adalah 1/6, dan ternyata setelah dikocok keluar mata dadu 2, maka berdasarkan teori Everett, mata dadu 3 juga keluar, hanya di alam semesta lain yang membelah. Tidak ada alasan jika kemungkinan 1/6 keluar menjadi 1 atau 0 setelah dadu digulirkan. Ketika dadu digulirkan, maka alam semesta kita bercabang menjadi enam alam semesta, masing-masing dengan mata dadunya sendiri (1 hingga 6). Kita hidup di dunia dimana dadu menunjukkan 2, dan ada kita yang lain sebanyak lima orang yang mengalami mata dadu lainnya, sehingga seluruh kemungkinan yang bisa ada, menjadi ada. Seluruh potensi mewujud dalam cabang-cabang alam semesta. Kita tidak sadar kalau diri dan seluruh alam kita tersalin menjadi alam semesta baru dengan sejarah masa depan yang berbeda (de Witt, 2003).
Tafsiran Everett terasa janggal ditinjau dari manapun. Tafsiran Everett bersifat tidak intuitif bagi realitas. Disinilah penjelasan mengejutkan Everett, seluruh potensi yang ada dari fungsi gelombang sebenarnya mewujud, tetapi di alam semesta lain. Lebih mengejutkan lagi, alam semesta ini pertama kali ada saat itu juga. Tindakan pengamatan menjadikan sebuah fungsi gelombang membelah menjadi begitu banyak dunia, masing-masing dengan realitas sama nyatanya dengan realitas yang kita alami. Dari sini, disebutlah teori Everett sebagai teori multijagad. Ada tak terhingga jagad, setiap saat membelah dan membelah dengan berbagai realitas alternatif. Ada jagad raya dimana dinosaurus menjadi presiden dan ada jagad raya dimana tidak satupun manusia ada di dalamnya.
Dalam sudut pandang katak di permukaan bumi, mungkin kita menganggapnya aneh. Tegmark (2005) menjelaskan kita untuk mencoba mengambil sudut pandang elang yang berada di luar multijagad. Bagi pandangan elang, hanya ada satu fungsi gelombang. Hanya ada satu alam semesta yang sebenar-benarnya semesta (fisikawan lebih senang menyebutnya ruang Hilbert). Alam semesta membelah di mana-mana dan bercabang-cabang ke sana kemari akibat kesadaran. Kapanpun terjadi pengambilan keputusan, sebuah keadaan kuantum di otak membagi dunia berdasarkan pilihan yang ada. Ketika anda membaca tulisan ini dan memutuskan membaca paragraf selanjutnya, ada dunia baru dimana anda membaca tulisan ini tapi tidak memutuskan membaca paragraf selanjutnya.
Teori multijagad begitu anehnya sehingga kita dapat langsung menggolongkannya sebagai mitos. Tapi bahkan mitospun tak seaneh ini. Tetapi beberapa filsuf dan ilmuan setuju kalau teori multijagad punya beberapa bukti, dan bukti ini dapat menjadikan penganut positivisme moderat memegangnya sebagai landasan kalau teori multijagad adalah teori yang ilmiah.
Teori multijagad berangkat dari asumsi kalau evolusi waktu fungsi gelombang bersifat uniter. Walaupun alam semesta tidak diketahui apakah memiliki fungsi gelombang uniter, tetapi komponen-komponen mikro telah menunjukkan fungsi gelombang uniter. Fungsi gelombang uniter bukan hanya terbukti pada level atom namun bahkan level molekul buckyball 60 dan serat optik sepanjang satu kilometer. Secara teori, korespondensi AdS/CFT yang dikembangkan teori string (sebuah kandidat teori segalanya) menunjukkan kalau gravitasi kuantum bersifat uniter pula. Atas dasar ini, lubang hitam tidak merusak informasi tapi mengirimkannya entah kemana.
Konsekuensinya adalah tidak terhingga alam semesta. Ketika big bang terjadi, tak terhingga kemungkinan kombinasi nilai fisika yang berpotensi. Dalam teori Everett, seluruh kombinasi tersebut mewujud. Kita kebetulan saja berada di satu alam semesta yang memiliki kombinasi tertentu yang seolah terpilih acak (atau teliti – tergantung ideologi anda).
Walau begitu, jumlah alam semesta seiring bertambahnya waktu tidak bertambah. Tegmark (2005) menghitung ada 10 pangkat 10 pangkat 118 buah alam semesta pada suhu dibawah 100 juta kelvin pada level kuantum. Dari pandangan burung, fungsi gelombang hanya ada satu tapi ketika dilihat lebih dekat, terdapat cabang-cabang saling berpisah dan bertemu yang jumlahnya sebanyak bilangan di atas. Realitas yang anda rasakan mengenai berjalannya waktu adalah pergeseran dari satu cabang ke cabang lainnya terus menerus tanpa akhir. Ketika anda membaca ini, anda berada di alam semesta A. Sekarang anda membaca kalimat ini, anda telah berada di alam semesta B. Alam semesta B memiliki pengamat (yaitu anda) sama seperti alam semesta A, tetapi anda dan salinan anda memiliki sejarah berbeda.
E.     Penutup
Agama sering dikritik sebagai sebuah keyakinan berlandaskan keimanan yaitu percaya begitu saja. Apakah keberadaan bukti menjadi keimanan lemah atau kuat bukanlah pertanyaan dalam artikel ini, namun keimanan memang dapat ada walaupun tanpa bukti atas apa yang diyakini. Sains setidaknya berdasarkan keimanan bagi para positivis moderat. Keimanan dalam sains terletak pada ketiadaan bukti atas proposisi-proposisi teori. Ketiadaan bukti ini memang ada yang bersifat sementara seperti proposisi dalam teori relativitas khusus yang pada akhirnya terbukti benar. Tetapi ada pula proposisi yang tak akan pernah dapat terbuktikan seperti proposisi yang diajukan tafsiran mekanika gelombang murni fisika kuantum. Tidak ada cara untuk mengetahui apakah alam semesta kita ini tunggal atau jamak, karena setiap usaha untuk mengambil keputusan (misalnya eksperimen untuk mengukur keberadaan alam semesta jamak) akan menjadikan alam semesta itu jamak dan kita terpaksa mendeteksi satu keadaan padahal ingin mendeteksi seluruh keadaan. Katak tidak dapat menjadi elang walau bagaimanapun caranya. Karenanya, sains harus bertopang pada keimanan pula.

Materi yang menarik ini didapat dari :

Minggu, 16 Desember 2012

Samuel F.B. Morse Penemu Telegraph

 
Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkapnya, dilahirkan pada tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston, Massachusetts. Sejak berusia empat tahun, Morse sangat tertarik menggambar. Ketika berusia empat tahun, ia mencoba menggambar wajah gurunya. Saat menginjak 14 tahun, ia mencoba mengumpulkan uang saku dengan cara menggambar wajah teman-temannya dan orang-orang di kota tersebut.

Ketika belajar di Yale College, Morse bukanlah siswa yang pintar. Ketertarikannya pada sains timbul saat mengikuti kuliah tentang perkembangan terbaru tentang kelistrikan. Akan tetapi, ia merasa lebih nyaman apabila menggambar potret-potret miniatur. Suatu hari, ia mengirim surat kepada orang tuanya, tentang keinginannya menjadi pelukis.

Ayah dan ibunya khawatir apabila ia tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pelukis. Jadi, mereka menyuruhnya untuk menjadi penjual buku saja.

Akhirnya, Morse bekerja sebagai penjual buku, tetapi pada malam harinya dia tetap saja melukis. Orang tuanya menyadari akan kecintaan Morse terhadap dunia seni. Mereka mencoba dan mencari serta mengumpulkan uang untuk menyekolahkan Morse di sebuah sekolah seni di London.

Ketika Samuel Morse berada di Royal Academy di London, gurunya selalu mengatakan, dirinya selalu saja belum menyelesaikan tugas-tugasnya. Ia memiliki sekira 20 tugas gambar yang belum ia selesaikan. Morse tetap melakukan kesalahan ini berulang-ulang hingga gurunya sering menasihatinya.

Akhirnya, ia mencoba membuat model patung Herkules yang terbuat dari tanah liat di kelas. Gurunya sangat menyukai patung tersebut dan menyuruh Morse untuk mengikutkannya pada sebuah lomba. Tak salah lagi. Ia pun berhasil memenangkan sebuah medali emas untuk karyanya itu. Rasa percaya yang tinggi, membuat Morse berhasil menemukan apa yang terbaik untuk dirinya. Ia mulai mencoba lagi menggambar foto-foto orang di Eropa.

**

Pada tahun 1818, ia menikah dan kemudian memiliki dua orang putra serta seorang putri. Ternyata hidup itu tidaklah mudah. Tidak seorang pun yang memberinya uang terhadap hasil lukisan-lukisannya sampai Morse tidak memiliki uang sama sekali. Pada 1825, istrinya meninggal akibat
serangan jantung. Morse bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, dan kapan istrinya itu meninggal dunia. Ia selalu bersedih dan membuat hampir saja menyerah untuk terus melukis.

Setelah itu, Morse dan beberapa orang pelukis lainnya mencoba mendirikan National Academy dan ia pun menjadi presidennya yang pertama. Ia bekerja sebagai pelukis dari pukul tujuh pagi hingga tengah malam. Ia berhasil terpilih sebagai pelukis di ruangan bundar di Capitol, Amerika.

Satu dari empat lukisan dinding yang terpajang adalah hasil karyanya. Setelah itu, ia pun bersama anak-anak dan kakak iparnya kembali ke Eropa untuk melanjutkan kariernya sebagai pelukis.

Pada Oktober 1832, Morse dan keluarganya berlayar pulang kembali dari Eropa dengan kapal bernama Sully. Ketika itu, Morse mendengar percakapan tentang penelitian elektromagnet yang baru ditemukan, dan kemudian muncul dalam benaknya tentang konsep telegaf elektrik.

Ia berhasil menciptakan model telegraf pertamanya di tahun 1835, yang dioperasikan di gedung Universitas New York, tempat ia mengajar seni. Karena miskin, ia membuat model tersebut dari bahan-bahan kasar seperti penyangga kanvas tua sebagai penyangga, baterai buatan sendiri, dan jam tua untuk menggerakkan kertas yang garis dan titik akan direkamkan.
KODE MORSE
Dengan pertolongan teman-teman, Morse mengajukan hak paten untuk telegraf barunya pada 1837, yang diberi penjelasan termasuk sebuah sandi yang terdiri dari titik dan garis untuk mewakili angka-angka, sebuah kamus untuk mengubah angka-angka tersebut menjadi kata-kata, dan seperangkat jenis gigi gergaji untuk mengirim sinyal. Morse yang tidak puas dengan karier seninya, telah memberikan seluruh waktunya bagi telegraf.

Morse meninggal karena penyakit pneumonia di New York, pada 2 April 1872, di usianya yang ke-80. Dia dimakamkan di pemakaman Greenwood, Brooklyn.

William Sturgeon Penemu Elektromagnetik

 
Wiliam sturgeon berkembangsaan ingris lahir di whittington, pada 22 mei 1783 di lahirkan dengan propesi orang tua yang amat sederhana , ayah sturgeon seorang pembuat sepatu sedangkan ibu nya seorang pemburu yang jauh dari keluarganya.ayah sudah mengambarkan sturgeon untuk melanjutin usahanya setelah kematian ibunya sturgeon hanya menerima pendidikan formal kecil kalu sekarang di bilang SD sejak umur 10 tahun sturgeon magang menjadi tukang sepatu tapi membuat dia selalu larut dalam kebodohan tapi  karena itu keinginantahuan nya memustuskan untuk kabur dari usaha tersebut dan masuk sebagai angkatan mliter tentara.setelah masuk tentara sturgeon terinspirasi mengenai kilat badai kala sewaktu kapal nya terkena badai.sehingga timbulnya rasa keiginan tahunya dengan alam

pada tahun 1802 dia masuk menjadi milisi wetmorland di ingrisdan kemudian
di pindah tugaskan royal artileri pada tahun 1804 disana dia meminjam banyak buku di perpustakaan akademi ,sehingga dia berexperimen dengan layang layang  yang dia terbangkan untuk menerima sengatan lisrik dari petir karena usaha percobaan tersebut
sehingga membuat dia menjadi terpopuler di taruna
setelah meninggalkan militer sturgeon membuka usaha tapi usaha tersebut berjalan
dengan singkat.lalu sturgeon belajar tentang filsafat alam yang sekarang disebut dengan fisika lalu malam hari nya ia kuliah dari sini sturgeon manjadi fisikawan.

pada tuhun 1824, ia diangakat menjadi dosen di bidang ilmu fisika di sebuah  unirvesitas lalu dalam rangka untuk ber eksperimen dia membutuhkan biaya yang sangat mahal sebagai modal nya sementara itu ia mencari peratan dia menemukan elektromagneti praktis  pertama.ia membelit  kumparan kawat pada sebuah batangan besi yang di aliri listrik  hingga kawat di lewatin lisrik sehingga dapat  menempelkan serbuk serbuk besi di sekitar nya ini disebut juga elektromagnetik yang di buat oleh sturgeon.lalu sturgeon menyadari bahwa listrik membentuk sebuah medan magnet yang terkonsentrasi pada inti besi sehingga sturgeon membuat sesuatu gagasan tentang medan magnet.tapi dari hasil jerih payah nya dia dapat mendapat penghargaan perak Dari Royal Society of Arts pada tahun 1825

sturgeon menikah dengan Mrs Hilton dan kehilangan 3 anak nya sewaktu masih bayi lalu dia menikah kedua kalinya untuk Maria Bromley dan sekali lagi anak tewas sewaktu bayi kemudian mereka mengadopsi seorang putri.

dia menulis hasil penelitiannya pada tahun 1830 Dari 1832, ia kuliah lagi di Galeri Adelaide Sains Praktis di London yang baru saja terbentuk lalu dia meninggal pada 4 Desember 1850.

Nicolaus Otto-Penemu Mesin Motor


 

Nikolaus August Otto lah seorang berkebangsaan Jerman yang pada tahun 1876 telah menciptakan mesin/motor dengan pembakaran empat langkah. Suatu jenis mesin yang dipakai jutaan manusia yang dibuat sejak saat itu hingga kini untuk menggerakkan mobil dan kendaraan lainnya.

Proses pembakaran pada bagian dalam mesin yang diciptakan Otto merupakan suatu hasil pemikiran yang cermat dan brilian. Mesin jenis ini mulanya digunakan untuk menggerakkan perahu motor dan sepeda motor.

Mesin tersebut juga biasa digunakan dalam berbagai industri, dan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan penemuan pesawat terbang (hingga pesawat terbang bermesin jet di tahun 1939, hakikatnya semua pesawat terbang digerakkan dengan pembakar yang bekerja menurut rancangan Otto).

Tapi yang terpenting dari yang penting dalam penggunaannya adalah pemakaiannya dalam gerakan mesin mobil yang hingga saat ini bisa kita rasakan manfaatnya.

Sebenarnya sudah banyak percobaan yang dilakukan untuk membikin mobil sebelum Otto menciptakan mesinnya. Beberapa penemu seperti Siegfried Marcus(1875), Etienne Lenoir(1862), dan Nicolas Joseph Cugnot (sekira tahun 1769), telah berhasil membikin model mesin yang bergerak. Tapi, berhubung adanya kekurangan pada jenis mesin yang mesti mampu mengkombinasikan antara keringanan dan kecepatan tinggi, ternyata tak satupun dari model-model itu yang memiliki arti praktis dalam penggunaannya. Namun demikian, dalam jangka waktu lima belas tahun sejak Otto menciptakan mesin dengan empat dorongan pembakaran, dua penemu yang berbeda- beda, Karl Benz dan Gottlieb Daimler, masing-masing secara tersendiri membuat mobil yang praktis dan laku di pasaran. Berbagai tipe mesin sejak saat itu dipakai orang. Malahan bukan mustahil apabila di masa yang akan datang mobil digerakkan dengan tenaga uap atau oleh batere listrik, atau oleh tenaga penggerak lain sehingga mencapai titik yang paling sempurna. Tapi jelas, berjuta-juta mobil di abad lalu 90% menggunakan mesin dengan empat dorongan pembakaran yang merupakan hasil penemuan Otto.

Pada umumnya, penemuan-penemuan ilmiah besar memberikan kemaslahatan bagi umat manusia walaupun ada beberapa penemuan yang telah mengakibatkan berjuta orang meninggal sebut saja seperti penemuan bahan peledak atau senjata modern. Namun demikian, penemuan Otto ini telah mengubah dunia yang hampa menjadi hingar bingar dengan berseliwerannya mobil-mobil yang berdampak pada peningkatan mobilitas aktivitas manusia. Nikolas August Otto lahir tahun 1832 di kota Holzhausen, Jerman. Ayahnya meninggal dunia ketika dia masih kecil. Sekolahnya harus terputus mengingat sudah tidak memiliki biaya untuk sekolah tatkala umurnya masih enam belas tahun sehingga dia mulai bekerja dan berbisnis untuk menopang kehidupannya. Pada waktu itu, dia sempat bekerja di toko makanan, pernah jadi klerek di Frankfurt, dan terakhir menjadi pedagang keliling yang kesana kemari menjajakan dagangannya.

Sekitar tahun 1860, Otto mendapatkan kabar bahwa adanya penemuan mesin yang digerakan oleh gas oleh Etienne Lenoir(1822 - 1900), mesin pembakar
pertama yang bisa bergerak. Otto menyadari, kalau saja mesin Lenoir bisa menggunakan bahan bakar cair, pasti akan lebih berdaya guna karena tidak perlu lagi memikirkan soal pembuangan gas. Otto kemudian merancang sebuah alat yang disebut dengan karburator, tapi ciptaannya ini ditolak oleh kantor paten karena alat yang serupa pernah dibikin orang lain.

Tak kehabis akal dan putus asa, Otto terus menekuni penyempurnaan ciptaan Lenoir. Pada Tahun 1861 terpikir olehnya gagasan pembuatan sebuah mesin dasar model baru., yang bergerak atas dasar empat dorongan putaran (mesin Lenoir dengan dua dorongan). Pada bulan Januari Otto membikin jenis mesin tersebut. Namun demikian, dia menemui banyak rintangan dan kesulitan, khususnya dalam mempraktiskan mesin itu. Sehingga kemudian dia meninggalkan pekerjaan ini. Sebagai gantinya dia mengembangkan “mesin udara” sebagai langkah penyempurnaan mesin dengan dua dorongan yang digerakkan oleh gas. Pada tahun 1863 dia mematenkan hasil penemuannya ini. Tidak lama kemudian dia bersama Eugena Langen membikin pabrik kecil dan menyempurnakan hasil rancangannnya. Pada tahun 1867 mesin dua dorongannya dianugerahi medali dalam World Fair di Paris. Setelah itu, penjualan mesinnya melesat dan keuntungan perusahaan pun melimpah. Tahun 1872 dia memperkerjakan Gottlieb Daimler, seorang insinyur brilian yang punya banyak pengalaman dalam manajemen pabrik untuk memperlancar produksi mesinnya. Meski telah berhasil menemukan mesin dengan dua pendorong yang telah membikin dia kaya, dia tetap berambisi untuk membuat mesin dengan empat dorongan yang mengkompres campuran minyak dan udara sebelum terjadi pembakaran yang akan merupakan penyempurnaan mesin Lenoir tak terbandingkan. Model ini akhirnya dapat dibuat pada tahun 1876 tepatnya pada bulan Mei dan setahun kemudian patennya dia peroleh.. Dan penemuannya ini telah terjual sebanyak 30.000 mesin dalam waktu 10 tahun dan telah menyisihkan sepenuhnya mesin hasil temuan Lenoir.

Paten Otto ini pernah jadi perkara pada tahun 1886, dimana seorang berkebangsaan Perancis Alponse Beau de Rochas punya gagasan serupa di tahun 1862 dan telah mempatenkannya. Namun, dia tidak terlalu berpengaruh karena penemuannya tidak pernah dipasarkan, dan lebih dari itu hasil temuan dia tidak pernah muncul sebagai suatu model. Selain dari itu, Otto tidak pernah dapat ilham dari Rochas. Hal itu, bukannya membuat hak paten Otto menjadi hilang melainkan pasaran mesinnya makin merajalela dan tentunya telah membuat dia menjadi lebih kaya raya. Nikolas August Otto meninggal pada tahun 1891 dalam keadaan kemashurannya. Sebelum tahun 1876, ketika Otto menciptakan mesinnya, penyempurnaan menuju adanya mobil yang praktis, hampir mustahil. Sesudah tahun 1876, ketika Otto menemukan mesin dengan empat dorongan pembakaran, terbukalah kemungkinan-kemungkinan itu dan menjadi kenyataan hingga saat ini. Dengan sendirinya, Nikolaus August Otto tidak bisa dipungkiri merupakan salah seorang yang telah berhasil membuat dunia menjadi lebih modern seperti sekarang ini.

Senin, 19 November 2012

TEORI DISONANSI KOGNITIF

Disonansi Kognitif adalah perasaan yang tidak seimbang atau merupakan perasaan tidak nyaman yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran dan perilaku tidak konsisten dimana memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyamanan itu.
Disonansi adalah sebutan untuk ketidakseimbangan dan konsonansi adalah sebutan untuk keseimbangan.
Browns menyatakan bahwa teori ini memungkinkan dua elemen untuk memiliki tiga hubungan yang berbeda satu sama lain, yaitu :
  • Hubungan konsonan (consonant relationship), ada antara dua elemen ketika dua elemen tersebut ada pada posisi seimbang satu sama lain.
  • Hubungan disonan (disonant relationship) yaitu kedua elemennya tidak seimbang satu sama lainnya.
  • Hubungan tidak relevan (irrelevant relationship) ada ketika elemen-elemen tidak mempunyai hubungan makna satu sama lain.

Asumsi Teori Disonansi Kognitif

  1. Manusia memiliki hasrat akan konsistensi pada keyakinan, sikap dan perilakunya. Disini menekankan sifat dasar manusia yang mementingkan stabilitas dan konsistensi.
  2. Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi psikologis. Teori ini merujuk pada fakta bahwa kognisi-kognisi harus tidak konsisten secara psikologis. Contoh; seseorang akan merasa tidak konsisten secara psikologis ketika ia tidak melakukan apapun sementara ia sebenarnya ingin membantu.
  3. Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan tindakan-tindakan dengan dampak yang dapat diukur.
  4. Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi.

Konsep dan Proses Disonansi Kognitif

Tingkat Disonansi

Tingkat disonansi merujuk kepada jumlah kuantitatif dari perasaan tidak nyaman yang dirasakan seseorang. Ada tiga faktor dapat mempengaruhi tingkat disonansi (Zimbardo,Ebbesen & Maslach, 1977), yaitu :
  • Tingkat Kepentingan (importance), faktor dalam menentukan tingkat disonansi, merujuk pada berapa signifikan permasalahan.
  • Kedua, Jumlah disonansi dipengaruhi oleh Rasio Disonansi (dissonance ratio) atau jumlah kognisi disonan berbanding dengan jumlah kognisi yang konsonan.
  • Ketiga, Tingkat Disonansi dipengaruhi oleh rasionalitas (rationale) merujuk kepada alasan yang dikemukakan untuk menjelaskan mengapa sebuah inkonsistensi muncul.

Mengatasi Disonansi

  • Mengurangi pentingnya keyakinan disonan kita.
  • Menambah keyakinan yang konsonan, atau
  • Menghapuskan disonansi dengan cara tertentu.

Disonansi Kognitif dan Persepsi

  • Terpaan selektif (Selextive Exposure) atau mencari informasi yang konsisten yang belum ada, membantu mengurangi disonansi.
  • Perhatian Selektif (Selective Attention) metode untuk mengurangi disonansi dengan memberikan perhatian pada informasi yang konsonan dengan keyakinan dan tindakan yang ada saat ini.
  • Interpretasi Selektif (Selective Interpretation), melibatkan interpretasian informasi yang ambigu sehingga menjadi konsisten.
  • Retensi Selektif (Selective Retention) merujuk pada mengingat dan mempelajari informasi yang konsisten dengan kemampuan lebih besar dibandingkan yang kita lakukan terhadap informasi yang tidak konsisten.

Justifikasi Minimal

Merupakan penawaran insentif yang disyaratkan bagi seseorang untuk berubah atau dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan. Banyak penelitian berkonsentrasi pada disonansi kognitif sebagai fenomena pasca pengambilan keputusan. Beberapa studi mempelajari mengenai penyesalan pembelian (a buyer’s remorse) yaitu disonansi yang seringkali terjadi atau dialami seseorang setelah memutuskan suatu pembelian yang besar.
Sedikit contoh dari studinya dimana mereka mencari orang-orang yang sedang menunggu pengiriman mobil yang sudah mereka tandatangani kontrak pembeliannnya. Orang-orang ini akan dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok dihubungi dua kali utnuk meyakinkan membeli, yang satu lagi tidak dihubungi sama sekali. Kira-kira dua kali lebih banyak orang dari kelompok yang tidak dihubungi membatalkan pembelian mobil itu. Temuan ini mendukung teori bahwa disonansi dapt terjadi setelah melakukan pembelian yang besar.Juga informasi untuk memberikan pandangan dapat mengurangi disonansi.

Teori Fenomenologi

FENOMENOLOGI


Fenomenologi (Inggris: Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
Sebagai sebuah arah baru dalam filsafat, fenomenologi dimulai oleh Edmund Husserl (1859 – 1938), untuk mematok suatu dasar yang tak dapat dibantah, ia memakai apa yang disebutnya metode fenomenologis. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh besar dalam mengembangkan fenomenologi. Namun istilah fenomenologi itu sendiri sudah ada sebelum Husserl. Istilah fenomenologi secara filosofis pertama kali dipakai oleh J.H. Lambert (1764). Dia memasukkan dalam kebenaran (alethiologia), ajaran mengenai gejala (fenomenologia). Maksudnya adalah menemukan sebab-sebab subjektif dan objektif ciri-ciri bayangan objek pengalaman inderawi (fenomen).
Immanuel Kant memakai istilah fenomenologi dalam karyanya Prinsip-Prinsip Pertama Metafisika (1786). Maksud Kant adalah untuk menjelaskan kaitan antara konsep fisik gerakan dan kategori modalitas, dengan mempelajari ciri-ciri dalam relasi umum dan representasi, yakni fenomena indera-indera lahiriah.
Hegel (1807) memperluas pengertian fenomenologi dengan merumuskannya sebagai ilmu mengenai pengalaman kesadaran, yakni suatu pemaparan dialektis perjalanan kesadaran kodrati menuju kepada pengetahuan yang sebenarnya. Fenomenologi menunjukkan proses menjadi ilmu pengetahuan pada umumnya dan kemampuan mengetahui sebagai perjalanan jiwa lewat bentuk-bentuk atau gambaran kesadaran yang bertahap untuk sampai kepada pengetahuan mutlak. Bagi Hegel, fenomena tidak lain merupakan penampakkan atau kegejalaan dari pengetahuan inderawi: fenomena-fenomena merupakan manifestasi konkret dan historis dari perkembangan pikiran manusia.
Edmund Husserl memahami fenomenologi sebagai suatu analisis deskriptif serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman langsung; religius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi. Perhatian filsafat, menurutnya, hendaknya difokuskan pada penyelidikan tentang Labenswelt (dunia kehidupan) atau Erlebnisse (kehidupan subjektif dan batiniah). Penyelidikan ini hendaknya menekankan watak intensional kesadaran, dan tanpa mengandaikan praduga-praduga konseptual dari ilmu-ilmu empiris.
Fenomenologi mencoba menepis semua asumsi yang mengkontaminasi pengalaman konkret manusia. Fenomenologi menekankan upaya menggapai “hal itu sendiri” lepas dari segala presuposisi. Semua penjelasan tidak boleh dipaksakan sebelum pengalaman menjelaskannya sendiri dari dan dalam pengalaman itu sendiri.
Fenomologi sebagai Metode dan Filsafat
Fenomenologi merupakan metode dan filsafat. Sebagai metode, fenomenologi membentangkan langkah-langkah yang harus diambil sehingga kita sampai pada fenomena yang murni. Fenomenologi mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik fenomen-fenomen sebagaimana fenomen-fenomen itu sendiri menyingkapkan diri kepada kesadaran. Kita harus bertolak dari subjek (manusia) serta kesadarannya dan berupaya untuk kembali kepada “kesadaran murni”. Untuk mencapai bidang kesadaran murni, kita harus membebaskan diri dari pengalaman serta gambaran kehidupan sehari-hari. Sebagai filsafat, fenomenologi menurut Husserl memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada. Dengan demikian fenomenologi dapat dijelaskan sebagai metode kembali ke benda itu sendiri (Zu den Sachen Selbt), dan ini disebabkan benda itu sendiri merupkan objek kesadaran langsung dalam bentuk yang murni.
Filsafat fenomenologi berusaha untuk mencapai pengertian yang sebenarnya dengan cara menerobos semua fenomena yang menampakkan diri menuju kepada bendanya yang sebenarnya. Usaha inilah yang dinamakan untuk mencapai “Hakikat segala sesuatu”.
Fenomologi sebagai Metode Ilmu
Fenomenologi berkembang sebagai metode untuk mendekati fenomena-fenomena dalam kemurniannya. Fenomena disini dipahami sebagai segala sesuatu yang dengan suatu cara tertentu tampil dalam kesadaran kita. Baik berupa sesuatu sebagai hasil rekaan maupun berupa sesuatu yang nyata, yang berupa gagasan maupun kenyataan. Yang penting ialah pengembangan suatu metode yang tidak memalsukan fenomena, melainkan dapat mendeskripsikannya seperti penampilannya tanpa prasangka sama sekali. Seorang fenomenolog hendak menanggalkan segenap teori, praanggapan serta prasangka, agar dapat memahami fenomena sebagaimana adanya: “Zu den Sachen Selbst” (kembali kepada bendanya sendiri).
Tugas utama fenomenologi menurut Husserl adalah menjalin keterkaitan manusia dengan realitas. Bagi Husserl, realitas bukan suatu yang berbeda pada dirinya lepas dari manusia yang mengamati. Realitas itu mewujudkan diri, atau menurut ungkapan Martin Heideger, yang juga seorang fenomenolog: “Sifat realitas itu membutuhkan keberadaan manusia”. Untuk itu, Husserl mengajukan dua langkah yang harus ditempuh untuk mencapai esensi fenomena, yaitu metode epoche dan eidetich vision. Kata epoche berasal dari bahasa Yunani, yang berarti: “menunda keputusan” atau “mengosongkan diri dari keyakinan tertentu”. Epoche bisa juga berarti tanda kurung (bracketing) terhadap setiap keterangan yang diperoleh dari suatu fenomena yang nampak, tanpa memberikan putusan benar salahnya terlebih dahulu. Fenomena yang tampil dalam kesadaran adalah benar-benar natural tanpa dicampuri oleh presupposisi pengamat. Untuk itu, Husserl menekankan satu hal penting: Penundaan keputusan. Keputusan harus ditunda (epoche) atau dikurung dulu dalam kaitan dengan status atau referensi ontologis atau eksistensial objek kesadaran.
Selanjutnya, menurut Husserl, epoche memiliki empat macam, yaitu :
1. Method of historical bracketing; metode yang mengesampingkan aneka macam teori dan pandangan yang pernah kita terima dalam kehidupan sehari-hari, baik dari adapt, agama maupun ilmu pengetahuan.
2. Method of existensional bracketing; meninggalkan atau abstain terhadap semua sikap keputusan atau sikap diam dan menunda.
3. Method of transcendental reduction; mengolah data yang kita sadari menjadi gejala yang transcendental dalam kesadaran murni.
4. Method of eidetic reduction; mencari esensi fakta, semacam menjadikan fakta-fakta tentang realitas menjadi esensi atau intisari realitas itu.
Fenomologi dalam Kajian Budaya
Pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme dan realitas budaya yang ada. Fenomenologi sedikit alergi teori, hal ini sejalan dengan penelitian. etnografi yang menitikberatkan pandangan warga setempat. Realitas dipandang lebih penting dan dominan dibanding teori-teori melulu. Dalam penelitian budaya, perkembangan pendekatan fenomeno¬logi tidak dipengaruhi secara langsung oleh filsafat fenomenologi, tetapi oleh perkembangan dalam pendefinisian konsep kebudayaan.
Fenomenologi berusaha memahami budaya lewat pandangan pemilik budaya atau pelakunya. Menurut paham fenomenologi, ilmu bukanlah values free, bebas nilai dari apa pun, melainkan values bound, memiliki hubungan dengan nilai. Aksioma dasar fenomenologi adalah:
1. kenyataan ada dalam diri manusia baik sebagai indiividu maupun kelompok selalu bersifat majemuk atau ganda yang tersusun secara kompleks, dengan demikian hanya bisa diteliti secara holistik dan tidak terlepas-lepas
2. hubungan antara peneliti dan subyek inkuiri saling mempengaruhi, keduanya sulit dipisahkan;
3. lebih ke arah pada kasus-kasus, bukan untuk menggeneralisasi hasil penelitian;
4. sulit membedakan sebab dan akibat, karena situasi berlangsung secara simultan;
5. inkuiri terikat nilai, bukan values free.
Kritik kepada Fenomologi
Dibalik kelebihan-kelebihannya, fenomenologi sebenarnya juga tidak luput dari berbagai kelemahan. Tujuan fenomenologi untuk mendapatkan pengetahuan yang murni objektif tanpa ada pengaruh berbagai pandangan sebelumnya, baik dari adat, agama, ataupun ilmu pengetahuan, merupakan sesuatu yang absurd. Sebab fenomenologi sendiri mengakui bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh tidak bebas nilai (value-free), tetapi bermuatan nilai (value-bound). Hal ini dipertegas oleh Derrida, yang menyatakan bahwa tidak ada penelitian yang tidak mempertimbangkan implikasi filosofis status pengetahuan. Kita tidak dapat lagi menegaskan objektivitas atau penelitian bebas nilai, tetapi harus sepenuhnya mengaku sebagai hal yang ditafsirkan secara subjektif dan oleh karenanya status seluruh pengetahuan adalah sementara dan relatif. Sebagai akibatnya, tujuan penelitian fenomenologis tidak pernah dapat terwujud.
Selanjutnya, fenomenologi memberikan peran terhadap subjek untuk ikut terlibat dalam objek yang diamati, sehingga jarak antara subjek dan objek yang diamati kabur atau tidak jelas. Dengan demikian, pengetahuan atau kebenaran yang dihasilkan cenderung subjektif, yang hanya berlaku pada kasus tertentu, situasi dan kondisi tertentu, serta dalam waktu tertentu. Dengan ungkapan lain, pengetahuan atau kebenaran yang dihasilkan tidak dapat digenaralisasi.

Batas Alam Semesta

Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang batas alam semesta. Apakah anda pernah berfikir dimana, apa, dan bagaimana keadaan batas alam semesta itu? Atau apakah anda pernah ditanya dimana batas alam semesta itu? Dan atau apakah anda pernah bertanya dimana batas alam semesta? dan apa jawabannya? Tidak ada yang tahu pasti dimana batas alam semesta. Bahkan para ilmuwan sekalipun.

Pertanyaan lainnya yang sering kita dengar dan membuat bingung adalah, "bagaimana alam semesta dan isinya bisa berkerja dengan teratur sehingga tidak ada satupun yang melakukan kesalahan?" gak bisa dibayangkan, jika bintang Sirius memasuki orbit Matahari dan kemudian akan terjadi 'kerusuhan' antara Sirius dan Matahari. Karena ukuran Sirius yang lebih besar dari Matahari, dia akan menyedot gas matahari. Jika terjadi, pasti juga akan menyedot planet lain termasuk Bumi. Ya.., memang sedikit mengkhayal, karena Sirius memang jauh dari Matahari yaitu sekitar 8,6 tahun cahaya. Sampai sekarang memang tidak ada yang membuat kerusuhan besar-besaran di Bumi kita. Karena kekuasaan-NYA sehingga manusia dan makhluk lainnya bisa dapat hidup sampai sekarang.


Sangat banyak pertanyaan lainnya mengenai alam semesta ini. Sangat mustahil kita mengetahui dan megerti tentang alam semesta walau kita diberikan oleh-NYA kecerdasan yang tinggi.
Kita mampu terbang dengan pesawat yang pada zaman dulu adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan walau bukan dalam arti terbang yang sebenarnya. Kita juga mampu membangun 'Matahari buatan' seperti yang sedang dilakukan oleh Amerika Serikat (walaupun mega proyek ini belum selesai dan masih pada tahap awal.)
Lalu, Albert Enstein yang selalu mempelajari tentang relativitasnya.
Issac Newton yang selalu berfikir bagaimana buah apel selalu jatuh ke tanah.
Dan Stephen Hawking yang telah membuat kemajuan besar dalam pemahaman tentang lubang hitam yang dijelaskan dalam bukunya, A Brief History of Time.

Namun kita belum mampu untuk menguak misteri besar alam semesta. Tapi manusia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi alam pikirannya dan pasti pada suatu hari, beberapa misteri besar alam semesta akan terpecahkan.

Satu hal yang pasti, alam semesta itu terus mengembang. Maksudnya, ruang diantara benda-benda itu terus mengembang dengan kecepatan yang tinggi. Seperti pada jika kita menempelkan beberapa bintang di balon. Lalu kita meniupnya. Lalu apa yang terjadi? ya, bintang-bintang tampak bergeser ketika meniupnya. Hal ini bukan terjadi karena kita berada di posisi tertentu di alam semesta. Hal yang sama juga akan terjadi jika kita mengamati dari galaksi lain. Proses ini merupakan proses yang terjadi selama bermilyaran tahun.

Sebelum membahas lebih jauh, gak ada salahnya kita membahas satu-persatu. Beberapa objek yang ada di alam semesta yaitu:


BUMI

Kita menganggap Bumi adalah planet yang biasa. Namun, semakin kita mempelajari Tata Surya, kita akan semakin menyadari kalau Bumi adalah planet yang aneh. Bumi adalah planet satu-satunya yang memiliki air dalam wujud cair yang melimpah. Dan karena itu Bumi memiliki kehidupan satu-satunya di Tata Surya. Kehidupan bergantung pada air dalam rentang temperatur yang kecil, yaitu 0-40°C. Bumi mebgorbit Matahari dengan kecepatan 29,8 km/detik dengan kemiringan sumbu 23,4°. Dan dengan gravitasi 1g (9,78 m/detik²). Perubahan musim di Bumi terjadi disebabkan oleh kemiringan sumbu, musim dingin bersalju, dan musim panas. Permukaan terluar Bumi merupakan kerak batuan tipis dan batuan semi cair di bawahnya, dipecah menjadi 12-15 bagian raksasa yang disebut lempeng. Bumi termasuk salah satu dari 8 planet yang berada di Tata Surya yang mengorbit bintang, Matahari.

BINTANG

Bintang adalah bola gas raksasa berkilauan yang sumber energinya berasal dari reaksi nuklir di dalam inti. Kita bisa melihat puluhan bintang di langit dengan mata telanjang. Tentunya pada malam hari. Kalau siang, bintangnya hanya satu, yaitu Matahari. hehe... . Para ilmuwan mwnwmukan puluhan juta bintang lainnya dengan bantuan teleskop. Matahari merupakan bintang biasa. Dibandingkan dengan Matahari, beberapa bintang lainnya memiliki ukuran raksasa. Dan cukup untuk menandingi 100 Matahari.

Seperti yang telah disebutkan diatas, kebanyaan bintang setidaknya memiliki satu bintang pendamping. Kedua bintang tersebut saling mengorbit. Terkadang, kedua bintang bisa sangat berdekatan sehingga salah satu bintang akan menyedot gas bintang lainnya.

Semakin dekat bintang tersebut ke Bumi dan semakin besar ukurannya, maka bintang itu terlihat semakin terang. Para astronom menyebut terang bintang sebagai magnitudo. Semakin terang bintang tersebut, maka magnitudonya semakin kecil. Magnitudo matahari adalah -26,8.

Bintang lahir dari awan debu dan gas yang berukuran raksasa. Kemudian terlahirlah sebuah bintang kerdil. Lalu akan berubah menjadi bintang raksasa. Atau, kemungkinan lainnya adalah menjadi bintang super raksasa.

Setelah melewati hidup sebagai bintang raksasa, maka akan melewati tahap yang disebut nebula planet. Setelah melewati tahap tersebut, bintang raksasa akan berubah menjadi bintang kerdil putih. Gravitasinya sangat besar, menyebabkan benda yang berukuran korek api bisa memiliki bobot beberapa ton.

Kalau bintang super raksasa, hidupnya sangat singkat. Setelah melewati masa jayanya sebagai super raksasa, dia akan melakukan 'bunuh diri' kosmik dalam ledakan yang luar biasa yang disebut supernova. Bekas dari supernova inilah yang nantinya berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam.

TATA SURYA

Sebuah kota tampak seperti berukuran besar. Namun, kebanyaan kota besar nampak kelihatan lebih kecil dibandingkan dengan negara yang melingkupinya. Beberapa negara nampak kecil dibandingkan dengan benua dan seluruh benua yang digabungkan hanya sepertiga dari planet tempat tinggal kita, Bumi. Jika kita mencoba membayangkan kalau Bumi hanyalah salah satu dari 8 planet di Tata Surya, tentu sangat sulit. Bahkan Tata Surya hanyalah satu titik kecil diantara tata surya lainnya dalam galaksi kita, Bimasakti.

Jadi Tata Surya adalah sistem perbintangan yang menjadi pusatnya adalah Matahari. Anggota Tata Surya meliputi Matahari dan semua benda-benda yang tertarik gravitasi olehnya, termasuk planet, komet, meteor, satelit, asteroid, dan lainnya. Itu menurut saya. Sedangkan planet yang terdapat di luar Tata Surya kita biasanya disebut eksoplanet. Namun, bisa juga pusat tata surya adalah bintang ganda. Soalnya, kebanyaan bintang setidaknya memiliki satu pasangan. Terdapat banyak tata surya di Bimasakti dan galaksi lainnya.

LUBANG HITAM

Ini dia salah satu objek di alam semesta yang saya suka. Sedikit informasi tentang lubang hitam. Mungkin karena dia 'hitam' dan memakan segalanya yang menjadikannya objek yang 'mengerikan'. Bisa dibilang lubang hitam adalah objek akibat dari ledakan supernova dan memiliki gravitasi yang sangat besar. Jika terlalu dekat, cahaya pun yang memiliki salah satu kecepatan tercepat tak mampu untuk melewatinya. Sebenarnya lubang hitam bukan berarti lubang dalam arti yang sebenarnya. Karena dia mampu untuk menyedot cahaya sehingga cahaya yang melewati lubang hitam tak dapat untuk sampai ke mata kita, mungkin karena itulah kita tak mampu untuk melihat wujud dari lubang hitam. Tapi lubang hitam dapat dideteksi dengan mengamati pergerakan benda-benda sekitarnya yang bergerak ke satu titik dari segala arah dan lalu.., ya, 'lenyap' entah kemana. Tak ada yang tahu pasti apa yang akan kemudian terjadi jika benda tesedot. Mungkin terlempar entah kemana dan terjadi pembelokkan waktu dan ruang, atau hanya 'menempel' pada lubang hitam. Yang jelas sedikit informasi tentang lubang hitam ini.

GALAKSI

Nama galaksi kita adalah Bimasakti. Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Para astronom menemukan galaksi dimanapun mereka melihat ke angkasa. Ketika melihat dengan teleskop terhebat dan kamera yang paling sensitif ke sebagian kecil langit, astronom bisa menemukan 10.000 galaksi di sana.

Galaksi adalah kumpulan dari benda-benda langit seperti bintang dan lainnya yang saling berkaitan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Matahari merupakan satu dari milyar bintang yang ada di Bimasakti. Tata surya kita terletak di dua per tiga jarak dari pusat Bimasakti ke tepiannya. Diameter Bimasakti yaitu 100.000 tahun cahaya. Artinya cahaya memerlukan waktu 100.000 tahun untuk melewati Bimasakti. Para astronom mengira pusat Bimasakti adalah lubang hitam raksasa, yang memuat materi setara dengan jutaan Matahati. Kita tidak bisa melihat pusat Bimasakti karena dilingkupi dengan awan gas dan debu tebal.

Berdasarkan bentuknya, galaksi dapat dibagi menjadi spiral (contohnya Bimasakti, Andromeda), elips, dan tak beraturan.

galaksi tidaklah menyebar merata, namun bergerombol dalam gugus. Gugus bergerobol dengan gugus-gugus galaksi lain membentuk gugus super. Bimasakti terdapat di gugus yang bernama gugus Grup Lokal. Grup Lokal merupakan salah satu anggota dari 400 gugus galaksi pembentuk gugus Super Lokal.

5 galaksi terdekat setelah Bimasakti adalah:
1. Galaksi kerdil Canis Mayor
2. Galaksi Elips Kerdil Sagittarius
3. Awan Magellan Besar
4. Awan Magellan kecil
5. Galaksi Kerdil Ursa Mayor

Kembali ke topik awal, tentang batas Alam semesta. Pengertian Alam Semesta bisa dibilang adalah sesuatu yang pernah ada, masih ada, dan akan selalu ada, termasuk luar angkasa dan semua isinya. Saat ini kebanyaan para ilmuwan setuju alam semesta terbentuk sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, dalam ledakan besar yang disebut Big Bang.

Alam semesta yang terdiri dari jutaan atau bahkan milyaran galaksi ini sangatlah luas. Kalau kita misalkan diameter galaksi Bimasakti yang berukuran 100.000 tahun cahaya kita ubah menjadi 100 m, maka diameter Tata Surya kita tidak lebih dari 1 mm. (1 tahun cahaya artinya, jarak yang di tempuh cahaya selama 1 tahun. Kecepatan cahaya yaitu 300.000 km/detik. 1 tahun cahaya sama dengan 9,46 trilyun km. atau lebih tepatnya 9.460.528.404.846 km). Dan jika kita ingin pergi untuk sekedar mengunjungi galaksi tetangga kita, yaitu Andromeda, kita harus menempuh waktu 2,5 juta tahun. Dan itu berarti, butuh waktu 5 juta tahun untuk bolak-balik menuju rumah, yang tak lain Bumi. Pastilah dalam waktu 5 juta tahun itu Bumi sudah sangat jauh berbeda keadaannya. Itupun waktu yang 5 juta tahun tersebut harus dengan kecepatan cahaya, karena jarak dari Bimasakti ke Andromeda adalah 2,5 juta tahun cahaya. Dan itupun kita hanya sekedar jalan-jalan ke Andromeda saja. Belum lagi untuk berkeliling Alam Semesta. Lalu muncul pertanyaan, "apakah kita punya kendaraan yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya?" tentu tidak. Berbeda jauh malah. Lalu apakah manusia yang sangat kecil ini pantas untuk menyombongkan diri? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Manusia tidak pantas untuk bertingkah sombong dan saling mau menang sendiri dengan lainnya di Bumi yang sangat kecil ini. Kita harusnya patuh dan taat kepada-NYA, Sang Pencipta Langit dan Seisinya. Mungkin hanya ini saja yang saya tahu.

Minggu, 18 November 2012

Konsep Dan Teori Kehilangan

Kehilangan dan kematian adalah peristiwa dari pengalaman manusia yang bersifat universal dan unik secara individual. Hidup adalah serangkaian kehilangan dan pencapaian. Mekanisme koping mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menghadapi dan menerima kehilangan. Duka cita adalah respons alamiah terhadap kehilangan. Kehilangan dan kematian adalah realitas yang sering terjadi dalam lingkungan kehidupan kita sehari-hari (Potter&perry, 2005)
Kehilangan karena kematian merupakan suatu keadaan pikiran, perasaan, dan aktivitas yang mengikuti kehilangan. Keadaan ini mencakup dukacita dan berkabung. Menurut Rando (1991) dalam Potter&Perry (2005) Dukacita adalah proses mengalami reaksi psikologis, sosial, dan fisik terhadap kehilangan yang dipersepsikan. Respons ini termasuk keputusasaan, kesepian, ketidakberdayaan, kesedihan, rasa bersalah, dan marah. Berkabung adalah proses yang mengikuti suatu kehilangan dan mencakup berupaya untuk melewati dukacita. Proses dukacita dan berkabung bersifat mendalam, internal, menyedihkan, dan berkepanjangan.

Dukacita mencakup pikiran, perasaan, dan perilaku. Tujuan dukacita itu sendiri untuk mencapai fungsi yang lebih efektif dengan mengintegrasikan kehilangan ke dalam pengalaman hidup seorang individu. Pencapaian ini tentu membutuhkan waktu dan upaya. Setiap individu memiliki strategi yang berbeda dalam menghadapi dukacita, seperti yang dikemukakan Harper (1987) dalam Potter&Perry (2005) merancang sebuah tugas dalam strategi menghadapi dukacita dengan akronim “TEAR” yang artinya :
  1. T- Untuk menerima realitas dan kehilangan
  2. E- Mengalami kepedihan akibat kehilangan
  3. A- Menyesuaikan lingkungan yang tidak lagi mencakup orang, benda, atau aspek diri yang hilang
  4. R- Memberdayakan kembali energi emosional ke dalam hubungan yang baru
Respons Dukacita Khusus: Dukacita adaptif dan terselubung
Dukacita adaptif termasuk proses berkabung, koping, interaksi, perencanaan, dan pengenalan psikososial. Sedangkan dukacita terselubung terjadi ketika seseorang mengalami kehilangan yang tidak atau tidak dapat dikenali, rasa berkabung yang luas, atau didukung secara sosial (Potter&Perry, 2005).
Dukacita sebenarnya respons normal terhadap setiap kehilangan. Konsep dan teori berduka hanya cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan emosional seorang individu agar dapat merencanakan intervensi untuk menghadapi dukacita. Ada beberapa teori berduka diantaranya :
Teori Engel
Engel (1964) dalam Potter&Perry (2005) mengajukan bahwa proses berduka mempunyai tiga fase yang dapat diterapkan pada seorang individu yang berduka dan menjelang kematian.
  • Fase pertama individu menyangkal realitas kehilangan dan mungkin menarik diri, menerawang tanpa tujuan. Reaksi fisik dapat mencakup pingsan, berkeringat. Mual, diare, frekuensi jantung cepat, gelisah, insomnia, dan keletihan.
  • Fase kedua adalah individu mulai merasa kehilangan secara tiba-tiba dan mungkin mengalami keputusasaan. Secara mendadak terjadi marah, rasa bersalah, frustasi, depresi, dan kehampaan. Menangis merupakan salah satu bentuk khas adanya penerimaan dari suatu kehilangan.
  • Fase ketiga, dikenali realitas kehilangan. Mulai mengenali hidup, bangkit dari rasa kehilangan dan berkembang kesadaran diri.
Teori Kubler-Ross
  • Teori ini berfokus pada perilaku dan mencakup lima tahapan di antaranya :
  • Tahap menyangkal individu bertindak seperti tidak terjadi sesuatu dan menolak untuk mempercayai bahwa telah terjadi kehilngan.
  • Tahap marah individu melawan kehilangan dan dapat bertindak pada seseorang dan segala sesuatu di lingkungan sekitarnya.
  • Tahap tawar menawar terdapat penundaan realitas kehilangan.
  • Tahap depresi terjadi ketika kehilangan disadari dan timbul dampak nyata dari makna kehilngan tersebut timbul. Pada tahap ini ada upaya untuk melewati kehilangan dan mulai memecahkan masalah.
  • Tahap kelima dicapai suatu penerimaan.
Fase berduka Rando
  • Penghindaran, di mana terjadi syok, menyangkal dan ketidakpercayaan.
  • Konfrontasi, di mana terjadi luapan emosi yang sangat tinggi.
  • Akomodasi, secara bertahap terdapat penurunan kedukaan dan mulai memasuki kembali secara emosional dan sosial dunia sehari-hari. 
 
Perbandingan Tiga Teori Proses Berduka
Engel (1964)
Kubler-Ross (1969)
Rando (1991)
Syok dan tidak percaya
Menyangkal
Marah
Tawar menawar
Penghindaran
Mengembangkan kesadaran
Depresi
Konfrontasi
Mengenali dan restitusi
Penerimaan
Akomodasi