Translate This Entries?

Tampilkan postingan dengan label Peradaban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peradaban. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

William Sturgeon Penemu Elektromagnetik

 
Wiliam sturgeon berkembangsaan ingris lahir di whittington, pada 22 mei 1783 di lahirkan dengan propesi orang tua yang amat sederhana , ayah sturgeon seorang pembuat sepatu sedangkan ibu nya seorang pemburu yang jauh dari keluarganya.ayah sudah mengambarkan sturgeon untuk melanjutin usahanya setelah kematian ibunya sturgeon hanya menerima pendidikan formal kecil kalu sekarang di bilang SD sejak umur 10 tahun sturgeon magang menjadi tukang sepatu tapi membuat dia selalu larut dalam kebodohan tapi  karena itu keinginantahuan nya memustuskan untuk kabur dari usaha tersebut dan masuk sebagai angkatan mliter tentara.setelah masuk tentara sturgeon terinspirasi mengenai kilat badai kala sewaktu kapal nya terkena badai.sehingga timbulnya rasa keiginan tahunya dengan alam

pada tahun 1802 dia masuk menjadi milisi wetmorland di ingrisdan kemudian
di pindah tugaskan royal artileri pada tahun 1804 disana dia meminjam banyak buku di perpustakaan akademi ,sehingga dia berexperimen dengan layang layang  yang dia terbangkan untuk menerima sengatan lisrik dari petir karena usaha percobaan tersebut
sehingga membuat dia menjadi terpopuler di taruna
setelah meninggalkan militer sturgeon membuka usaha tapi usaha tersebut berjalan
dengan singkat.lalu sturgeon belajar tentang filsafat alam yang sekarang disebut dengan fisika lalu malam hari nya ia kuliah dari sini sturgeon manjadi fisikawan.

pada tuhun 1824, ia diangakat menjadi dosen di bidang ilmu fisika di sebuah  unirvesitas lalu dalam rangka untuk ber eksperimen dia membutuhkan biaya yang sangat mahal sebagai modal nya sementara itu ia mencari peratan dia menemukan elektromagneti praktis  pertama.ia membelit  kumparan kawat pada sebuah batangan besi yang di aliri listrik  hingga kawat di lewatin lisrik sehingga dapat  menempelkan serbuk serbuk besi di sekitar nya ini disebut juga elektromagnetik yang di buat oleh sturgeon.lalu sturgeon menyadari bahwa listrik membentuk sebuah medan magnet yang terkonsentrasi pada inti besi sehingga sturgeon membuat sesuatu gagasan tentang medan magnet.tapi dari hasil jerih payah nya dia dapat mendapat penghargaan perak Dari Royal Society of Arts pada tahun 1825

sturgeon menikah dengan Mrs Hilton dan kehilangan 3 anak nya sewaktu masih bayi lalu dia menikah kedua kalinya untuk Maria Bromley dan sekali lagi anak tewas sewaktu bayi kemudian mereka mengadopsi seorang putri.

dia menulis hasil penelitiannya pada tahun 1830 Dari 1832, ia kuliah lagi di Galeri Adelaide Sains Praktis di London yang baru saja terbentuk lalu dia meninggal pada 4 Desember 1850.

Sabtu, 03 November 2012

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia

Teori ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris, Stephen Oppenheimer, seperti memutarbalikkan sejarah yang sudah ada.

Lewat bukunya yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara!



Hal itu disampaikan Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya berjudul ‘Eden in The East’ di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 28 Oktober 2010.

Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia.

Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan Sundaland atau Indonesia.

Apa buktinya? “Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia,” kata Oppenheimer dalam diskusi yang juga dihadiri Jimly Asshiddiqie.


Buku “Eden in The East” oleh Stephen Oppenheimer

Lulusan fakultas kedokteran Oxford University melalui bukunya mengubah paradigma yang ada selama ini, bahwa peradaban paling awal adalah berasal dari daerah Barat.

Perjalanan yang dilakukannya dimulai dengan komentar tanpa sengaja oleh seorang pria tua di sebuah desa zaman batu di Papua Nugini.

Dari situ dia mendapati kisah pengusiran petani dan pelaut di pantai Asia Tenggara, yang diikuti serangkaian banjir pasca-sungai es hingga mengarah pada perkembangan budaya di seluruh Eurasia.

Oppenheimer meyakini temuan-temuannya itu, dan menyimpulkan bahwa benih dari budaya maju, ada di Indonesia. Buku ini mengubah secara radikal pandangan tentang prasejarah.

Pada akhir Zaman Es, banjir besar yang diceritakan dalam kitab suci berbagai agama benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya.


Peta migrasi manusia selama 160.000 tahun zaman es terakhir oleh Stephen Oppenheimer. Ini adalah hasil kerjanya yang didasarkan pada DNA mitokondria, bukti kromosom Y, arkeologi, klimatologi, dan studi fosil dan melacak rute dan waktu migrasi manusia keluar dari Afrika dan ke seluruh dunia.

Hal itu yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya Neolitikum di Cina, India, Mesopotamia, Mesir dan Mediterania Timur.

Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis-garis pantai Asia Tenggara yang terbenam.

“Indonesia telah melakukan aktivitas pelayaran, memancing, menanam jauh sebelum orang lain melakukannya,” ujar dia.

Oppenheimer mengungkapkan bahwa orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) tidak datang dari Cina, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara.

Sementara penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di Cina atau India, tapi di Semenanjung Malaya pada 9.000 tahun lalu.


Akibat iklim Bumi yang semakin panas saat zaman es secara dramatis pada 65-52 ribu tahun yang lalu, membuat air laut semakin naik di daerah khatulistiwa yaitu Indonesia. Keadaam itu memaksa nenek moyang manusia pindah dari daerah khatulistiwa ke daerah utara dan selatan Bumi. (Stephen Oppenheimer)

Eden In The East juga mengungkapkan bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua.

Buku ini ‘membalikkan’ sejumlah fakta-fakta yang selama ini diketahui dan dipercaya masyarakat dunia tentang sejarah peradaban manusia.

“Buku ini memang juga ada biasnya. Karena penulis istrinya orang Malaysia sehingga ada perspektif Malaysia,” kata Jimly yang hadir dalam acara itu. (Fina Dwi Yurhami/vivanews/icc.wp.com)




Peta animasi daerah Sundaland, selama dan sesudah zaman es

JOURNEY OF MANKIND (tunggu beberapa saat hingga gambar GIF animasi bergerak):