Translate This Entries?

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Batas Alam Semesta

Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang batas alam semesta. Apakah anda pernah berfikir dimana, apa, dan bagaimana keadaan batas alam semesta itu? Atau apakah anda pernah ditanya dimana batas alam semesta itu? Dan atau apakah anda pernah bertanya dimana batas alam semesta? dan apa jawabannya? Tidak ada yang tahu pasti dimana batas alam semesta. Bahkan para ilmuwan sekalipun.

Pertanyaan lainnya yang sering kita dengar dan membuat bingung adalah, "bagaimana alam semesta dan isinya bisa berkerja dengan teratur sehingga tidak ada satupun yang melakukan kesalahan?" gak bisa dibayangkan, jika bintang Sirius memasuki orbit Matahari dan kemudian akan terjadi 'kerusuhan' antara Sirius dan Matahari. Karena ukuran Sirius yang lebih besar dari Matahari, dia akan menyedot gas matahari. Jika terjadi, pasti juga akan menyedot planet lain termasuk Bumi. Ya.., memang sedikit mengkhayal, karena Sirius memang jauh dari Matahari yaitu sekitar 8,6 tahun cahaya. Sampai sekarang memang tidak ada yang membuat kerusuhan besar-besaran di Bumi kita. Karena kekuasaan-NYA sehingga manusia dan makhluk lainnya bisa dapat hidup sampai sekarang.


Sangat banyak pertanyaan lainnya mengenai alam semesta ini. Sangat mustahil kita mengetahui dan megerti tentang alam semesta walau kita diberikan oleh-NYA kecerdasan yang tinggi.
Kita mampu terbang dengan pesawat yang pada zaman dulu adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan walau bukan dalam arti terbang yang sebenarnya. Kita juga mampu membangun 'Matahari buatan' seperti yang sedang dilakukan oleh Amerika Serikat (walaupun mega proyek ini belum selesai dan masih pada tahap awal.)
Lalu, Albert Enstein yang selalu mempelajari tentang relativitasnya.
Issac Newton yang selalu berfikir bagaimana buah apel selalu jatuh ke tanah.
Dan Stephen Hawking yang telah membuat kemajuan besar dalam pemahaman tentang lubang hitam yang dijelaskan dalam bukunya, A Brief History of Time.

Namun kita belum mampu untuk menguak misteri besar alam semesta. Tapi manusia diberi kebebasan untuk mengeksplorasi alam pikirannya dan pasti pada suatu hari, beberapa misteri besar alam semesta akan terpecahkan.

Satu hal yang pasti, alam semesta itu terus mengembang. Maksudnya, ruang diantara benda-benda itu terus mengembang dengan kecepatan yang tinggi. Seperti pada jika kita menempelkan beberapa bintang di balon. Lalu kita meniupnya. Lalu apa yang terjadi? ya, bintang-bintang tampak bergeser ketika meniupnya. Hal ini bukan terjadi karena kita berada di posisi tertentu di alam semesta. Hal yang sama juga akan terjadi jika kita mengamati dari galaksi lain. Proses ini merupakan proses yang terjadi selama bermilyaran tahun.

Sebelum membahas lebih jauh, gak ada salahnya kita membahas satu-persatu. Beberapa objek yang ada di alam semesta yaitu:


BUMI

Kita menganggap Bumi adalah planet yang biasa. Namun, semakin kita mempelajari Tata Surya, kita akan semakin menyadari kalau Bumi adalah planet yang aneh. Bumi adalah planet satu-satunya yang memiliki air dalam wujud cair yang melimpah. Dan karena itu Bumi memiliki kehidupan satu-satunya di Tata Surya. Kehidupan bergantung pada air dalam rentang temperatur yang kecil, yaitu 0-40°C. Bumi mebgorbit Matahari dengan kecepatan 29,8 km/detik dengan kemiringan sumbu 23,4°. Dan dengan gravitasi 1g (9,78 m/detik²). Perubahan musim di Bumi terjadi disebabkan oleh kemiringan sumbu, musim dingin bersalju, dan musim panas. Permukaan terluar Bumi merupakan kerak batuan tipis dan batuan semi cair di bawahnya, dipecah menjadi 12-15 bagian raksasa yang disebut lempeng. Bumi termasuk salah satu dari 8 planet yang berada di Tata Surya yang mengorbit bintang, Matahari.

BINTANG

Bintang adalah bola gas raksasa berkilauan yang sumber energinya berasal dari reaksi nuklir di dalam inti. Kita bisa melihat puluhan bintang di langit dengan mata telanjang. Tentunya pada malam hari. Kalau siang, bintangnya hanya satu, yaitu Matahari. hehe... . Para ilmuwan mwnwmukan puluhan juta bintang lainnya dengan bantuan teleskop. Matahari merupakan bintang biasa. Dibandingkan dengan Matahari, beberapa bintang lainnya memiliki ukuran raksasa. Dan cukup untuk menandingi 100 Matahari.

Seperti yang telah disebutkan diatas, kebanyaan bintang setidaknya memiliki satu bintang pendamping. Kedua bintang tersebut saling mengorbit. Terkadang, kedua bintang bisa sangat berdekatan sehingga salah satu bintang akan menyedot gas bintang lainnya.

Semakin dekat bintang tersebut ke Bumi dan semakin besar ukurannya, maka bintang itu terlihat semakin terang. Para astronom menyebut terang bintang sebagai magnitudo. Semakin terang bintang tersebut, maka magnitudonya semakin kecil. Magnitudo matahari adalah -26,8.

Bintang lahir dari awan debu dan gas yang berukuran raksasa. Kemudian terlahirlah sebuah bintang kerdil. Lalu akan berubah menjadi bintang raksasa. Atau, kemungkinan lainnya adalah menjadi bintang super raksasa.

Setelah melewati hidup sebagai bintang raksasa, maka akan melewati tahap yang disebut nebula planet. Setelah melewati tahap tersebut, bintang raksasa akan berubah menjadi bintang kerdil putih. Gravitasinya sangat besar, menyebabkan benda yang berukuran korek api bisa memiliki bobot beberapa ton.

Kalau bintang super raksasa, hidupnya sangat singkat. Setelah melewati masa jayanya sebagai super raksasa, dia akan melakukan 'bunuh diri' kosmik dalam ledakan yang luar biasa yang disebut supernova. Bekas dari supernova inilah yang nantinya berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam.

TATA SURYA

Sebuah kota tampak seperti berukuran besar. Namun, kebanyaan kota besar nampak kelihatan lebih kecil dibandingkan dengan negara yang melingkupinya. Beberapa negara nampak kecil dibandingkan dengan benua dan seluruh benua yang digabungkan hanya sepertiga dari planet tempat tinggal kita, Bumi. Jika kita mencoba membayangkan kalau Bumi hanyalah salah satu dari 8 planet di Tata Surya, tentu sangat sulit. Bahkan Tata Surya hanyalah satu titik kecil diantara tata surya lainnya dalam galaksi kita, Bimasakti.

Jadi Tata Surya adalah sistem perbintangan yang menjadi pusatnya adalah Matahari. Anggota Tata Surya meliputi Matahari dan semua benda-benda yang tertarik gravitasi olehnya, termasuk planet, komet, meteor, satelit, asteroid, dan lainnya. Itu menurut saya. Sedangkan planet yang terdapat di luar Tata Surya kita biasanya disebut eksoplanet. Namun, bisa juga pusat tata surya adalah bintang ganda. Soalnya, kebanyaan bintang setidaknya memiliki satu pasangan. Terdapat banyak tata surya di Bimasakti dan galaksi lainnya.

LUBANG HITAM

Ini dia salah satu objek di alam semesta yang saya suka. Sedikit informasi tentang lubang hitam. Mungkin karena dia 'hitam' dan memakan segalanya yang menjadikannya objek yang 'mengerikan'. Bisa dibilang lubang hitam adalah objek akibat dari ledakan supernova dan memiliki gravitasi yang sangat besar. Jika terlalu dekat, cahaya pun yang memiliki salah satu kecepatan tercepat tak mampu untuk melewatinya. Sebenarnya lubang hitam bukan berarti lubang dalam arti yang sebenarnya. Karena dia mampu untuk menyedot cahaya sehingga cahaya yang melewati lubang hitam tak dapat untuk sampai ke mata kita, mungkin karena itulah kita tak mampu untuk melihat wujud dari lubang hitam. Tapi lubang hitam dapat dideteksi dengan mengamati pergerakan benda-benda sekitarnya yang bergerak ke satu titik dari segala arah dan lalu.., ya, 'lenyap' entah kemana. Tak ada yang tahu pasti apa yang akan kemudian terjadi jika benda tesedot. Mungkin terlempar entah kemana dan terjadi pembelokkan waktu dan ruang, atau hanya 'menempel' pada lubang hitam. Yang jelas sedikit informasi tentang lubang hitam ini.

GALAKSI

Nama galaksi kita adalah Bimasakti. Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Para astronom menemukan galaksi dimanapun mereka melihat ke angkasa. Ketika melihat dengan teleskop terhebat dan kamera yang paling sensitif ke sebagian kecil langit, astronom bisa menemukan 10.000 galaksi di sana.

Galaksi adalah kumpulan dari benda-benda langit seperti bintang dan lainnya yang saling berkaitan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Matahari merupakan satu dari milyar bintang yang ada di Bimasakti. Tata surya kita terletak di dua per tiga jarak dari pusat Bimasakti ke tepiannya. Diameter Bimasakti yaitu 100.000 tahun cahaya. Artinya cahaya memerlukan waktu 100.000 tahun untuk melewati Bimasakti. Para astronom mengira pusat Bimasakti adalah lubang hitam raksasa, yang memuat materi setara dengan jutaan Matahati. Kita tidak bisa melihat pusat Bimasakti karena dilingkupi dengan awan gas dan debu tebal.

Berdasarkan bentuknya, galaksi dapat dibagi menjadi spiral (contohnya Bimasakti, Andromeda), elips, dan tak beraturan.

galaksi tidaklah menyebar merata, namun bergerombol dalam gugus. Gugus bergerobol dengan gugus-gugus galaksi lain membentuk gugus super. Bimasakti terdapat di gugus yang bernama gugus Grup Lokal. Grup Lokal merupakan salah satu anggota dari 400 gugus galaksi pembentuk gugus Super Lokal.

5 galaksi terdekat setelah Bimasakti adalah:
1. Galaksi kerdil Canis Mayor
2. Galaksi Elips Kerdil Sagittarius
3. Awan Magellan Besar
4. Awan Magellan kecil
5. Galaksi Kerdil Ursa Mayor

Kembali ke topik awal, tentang batas Alam semesta. Pengertian Alam Semesta bisa dibilang adalah sesuatu yang pernah ada, masih ada, dan akan selalu ada, termasuk luar angkasa dan semua isinya. Saat ini kebanyaan para ilmuwan setuju alam semesta terbentuk sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, dalam ledakan besar yang disebut Big Bang.

Alam semesta yang terdiri dari jutaan atau bahkan milyaran galaksi ini sangatlah luas. Kalau kita misalkan diameter galaksi Bimasakti yang berukuran 100.000 tahun cahaya kita ubah menjadi 100 m, maka diameter Tata Surya kita tidak lebih dari 1 mm. (1 tahun cahaya artinya, jarak yang di tempuh cahaya selama 1 tahun. Kecepatan cahaya yaitu 300.000 km/detik. 1 tahun cahaya sama dengan 9,46 trilyun km. atau lebih tepatnya 9.460.528.404.846 km). Dan jika kita ingin pergi untuk sekedar mengunjungi galaksi tetangga kita, yaitu Andromeda, kita harus menempuh waktu 2,5 juta tahun. Dan itu berarti, butuh waktu 5 juta tahun untuk bolak-balik menuju rumah, yang tak lain Bumi. Pastilah dalam waktu 5 juta tahun itu Bumi sudah sangat jauh berbeda keadaannya. Itupun waktu yang 5 juta tahun tersebut harus dengan kecepatan cahaya, karena jarak dari Bimasakti ke Andromeda adalah 2,5 juta tahun cahaya. Dan itupun kita hanya sekedar jalan-jalan ke Andromeda saja. Belum lagi untuk berkeliling Alam Semesta. Lalu muncul pertanyaan, "apakah kita punya kendaraan yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya?" tentu tidak. Berbeda jauh malah. Lalu apakah manusia yang sangat kecil ini pantas untuk menyombongkan diri? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Manusia tidak pantas untuk bertingkah sombong dan saling mau menang sendiri dengan lainnya di Bumi yang sangat kecil ini. Kita harusnya patuh dan taat kepada-NYA, Sang Pencipta Langit dan Seisinya. Mungkin hanya ini saja yang saya tahu.

Rabu, 31 Oktober 2012

Tiwah, Ritual Mensucikan Mayat Ala Suku Dayak

Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung.

Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karena unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng. Tiwah merupakan upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Dayak Pedalaman penganut agama Kaharingan sebagai agama leluhur warga Dayak.

Upacara Tiwah adalah upacara kematian yang biasanya digelar atas seseorang yang telah meninggal dan dikubur sekian lama hingga yang tersisa dari jenazahnya dipekirakan hanya tinggal tulangnya saja.

Ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menuju Lewu Tatau (Surga – dalam Bahasa Sangiang) sehingga bisa hidup tentram dan damai di alam Sang Kuasa. Selain itu, Tiwah Suku Dayak Kalteng juga dimaksudkan oleh masyarakat di Kalteng sebagai prosesi suku Dayak untuk melepas Rutas atau kesialan bagi keluarga Almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa.

Bagi Suku Dayak, sebuah proses kematian perlu dilanjutkan dengan ritual lanjutan (penyempurnaan) agar tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman orang yang masih hidup. Selanjutnya, Tiwah juga berujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan berkeluarga. Pasca Tiwah, secara adat mereka diperkenakan untuk menentukan pasangan hidup selanjutnya ataupun tetap memilih untuk tidak menikah lagi.








Melaksanakan upacara tiwah bukan pekerjaan mudah. Diperlukan persiapan panjang dan cukup rumit serta pendanaan yang tidak sedikit. Selain itu, rangkaian prosesi tiwah ini sendiri memakan waktu hingga berhari-hari nonstop, bahkan bisa sampai satu bulan lebih lamanya.

Upacara tiwah yang digelar keluarga Ari Dewar, anggota DPRD Kotawaringin (Kotim) ini, misalnya. Mereka menyelenggarakan hingga 30 hari lamanya dan mengeluarkan biaya mencapai hampir satu miliar. Tiwah dilaksanakan untuk almarhum ayahandanya Dewar I A Bajik yang meninggal sekitar 12 tahun silam, sang paman Simon Mantir, serta 21 orang jenazah kerabat mereka yang diikutsertakan dalam upacara yang saat ini masih berjalan.





“Saya dan saudara saya Alfian O Dampa yang menanggung seluruh biaya tiwah ini, sebab tidak semua orang Kaharingan mampu melaksanakan tiwah. Tiwah ini sifatnya wajib dilaksanakan, sebab sebelum orang yang meninggal dunia ditiwah, maka ia belum bisa masuk ke dalam surga. Ini kepercayaan penganut Agama Kaharingan,” terang Ari Dewar.

Tiwah yang diselenggarakan keluarga Ari Dewar di tempat kelahirannya di Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim ini sudah berlangsung sejak minggu kedua Bulan November lalu. Puncaknya pada tanggal 11 Desember 2010 mendatang.

Menurut dia, keluarga yang masih hidup adalah orang yang bertanggung jawab dan berkewajiban mengadakan upacara tiwah. Ritual ini juga sebagai bukti kecintaan mereka terhadap leluhur.

“Siapa lagi yang akan menghantarkan leluhur agar bisa masuk surga kalau bukan keluarga yang masih hidup. Ini menurut ajaran Agama Kaharingan yang dianut almarhum orangtua saya,” kata Ari Dewar yang saat ini sebenarnya tidak lagi menganut kepercayaan Kaharingan, agama leluhurnya.

Dia mengaku telah berkonsultasi dengan para guru agama seperti ustaz dan kiai di Banjarmasin. Setelah diizinkan barulah berani menggelar upacara adat tiwah. Ini bentuk penghormatan terhadap leluhur, termasuk ayahnya. Sebab, tiwah merupakan upacara adat asli suku Dayak, sukunya sejak lahir.


“Ritual ini sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam, jadi perlu dilestarikan. Mengangkat kerangka orang yang sudah meninggal kemudian menaruhnya di dalam sandung atau rumah kecil dengan tidak menyentuh tanah,” jelas Ari Dewar.

Osoh T Agan, pisor atau pemimpin ritual tiwah menjelaskan, ritual tiwah merupakan rukun kematian tingkat terakhir yang waktu pelaksanaannya tidak ditentukan. Bisa dilaksanakan kapan saja sesuai kesiapan keluarga yang ditinggalkan.

Sebelum upacara tiwah dilaksanakan, terlebih dahulu digelar ritual lain yang dinamakan upacara tantulak. Menurut kepercayaan Agama Kaharingan, setelah kematian, orang yang meninggal dunia itu belum bisa langsung masuk ke dalam surga. Kemudian digelarlah upacara tantulak untuk mengantar arwah yang meninggal dunia tersebut menuju Bukit Malian, dan di sana menunggu diberangkatkan bertemu dengan Ranying Hattala Langit, Tuhan umat Kaharingan, sampai keluarga yang masih hidup menggelar upacara tiwah.


“Bisa juga dikatakan Bukit Malian itu adalah alam rahim, tempat suci manusia tinggal sebelum lahir ke dunia. Di alam itulah orang yang meninggal dunia menunggu sebelum diberangkatkan menuju surga melalui upacara tiwah,” terang pemuka Agama Kaharingan dari Kota Palangka Raya ini.

Puncak acara tiwah ini sendiri nantinya memasukkan tulang-belulang yang digali dari kubur dan sudah disucikan melalui ritual khusus ke dalam sandung. Namun, sebelumnya lebih dahulu digelar acara penombakan hewan-hewan kurban, kerbau, sapi, dan babi.

Chemtrail Conspiracy - Jejak-jejak asap apakah yang terlihat di langit ?

Mungkin suatu hari anda sedang berjalan di tepi ladang dan merasa ingin melihat awan sore yang indah. Anda melihat ke atas dan melihat jejak-jejak panjang asap di langit. Lalu anda bertanya kepada diri anda sendiri : heran, saya tidak mendengar suara pesawat.

Dear readers, ini adalah sebuah teori konspirasi yang lain. orang-orang menyebutnya Chemtrail Conspiracy. Saya akan menceritakan kisahnya. Mudah-mudahan kalian mau mendengarnya.

Sejak tahun 1996, chemtrail conspiracy mulai melanda internet dan acara-acara radio sayap kanan di Amerika. Pada saat itu aparat kepolisian dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang mengaku melihat jejak-jejak asap misterius di langit. Tapi sayang, laporan-laporan itu menghilang begitu saja di balik laci birokrasi.

Mungkin aparat memang tidak dapat menjelaskannya. Atau justru mereka sedang menyembunyikan sesuatu ?






Kalian tahu, sebuah pertanyaan tidak boleh dibiarkan tidak terjawab begitu saja. Jadi setelah 10 tahun lebih, chemtrail conspiracy masih mendapat tempat di pikiran orang-orang yang "mencium sesuatu" yang tidak beres.

Oh ya, saya lupa menjelaskan, Chemtrail adalah kependekan dari "chemical Trail" atau "jejak kimia". Sebutan ini berbeda dengan istilah lain yang mirip, yaitu Contrail atau "condensation trail".

Menurut Jeff Rense, seorang penganut teori konspirasi, Jejak contrail lebih sempit dan cepat menghilang dari langit. Tapi Chemtrail berbeda.


Pada mulanya Chemtrail terlihat seperti contrail, namun beberapa saat kemudian jejak asap itu akan melebar dan tetap terlihat di langit hingga beberapa jam.

Menurut sebagian orang yang punya pemikiran sama dengan Jeff, jejak itu adalah bahan kimia yang sengaja disemprot oleh pemerintah Amerika untuk mengendalikan populasi. Dengan kata lain adalah untuk mengurangi jumlah manusia dengan diam-diam. Teori lainnya menyebutkan bahwa jejak itu adalah sebuah eksperimen pengendalian cuaca.

Namun yang paling luar biasa adalah teori yang mengatakan bahwa jejak itu adalah proyek pemerintah yang menyemprot langit dengan material konduktif elektrik sebagai bagian dari program senjata super elektromagnetik yang juga berkaitan dengan HAARP. So superpower !


Walaupun jejak-jejak tersebut terlihat dengan jelas, para ilmuwan menolak keberadaannya dan menyebut bahwa jejak itu hanyalah sebuah contrail yang berasal dari sisa-sisa buangan pesawat. Menurut para ilmuwan itu juga, para penduduk salah lihat.

Nah, pada tahun 2005, ada sebuah titik terang. Sebuah artikel di The Las Vegas Tribune menyebutkan bahwa seorang ilmuwan yang bekerja untuk pangkalan Angkatan Udara Wright Patterson di Ohio mengatakan bahwa Angkatan Udara Amerika sedang mengadakan eksperimen menggunakan alumunium oxide yang ditujukan untuk mengurangi efek pemanasan global.

Apakah ini yang menyebabkan chemtrail terlihat di langit ? entahlah, lagipula saya bingung. Sebenarnya apa urusannya militer dengan pemanasan global ?

Namun, para penganut teori konspirasi adalah orang-orang yang memiliki kegigihan luar biasa untuk mencari kebenaran. Hingga suatu saat, pemerintah Amerika mulai gerah.

Jadi pada suatu hari EPA, NASA, NOAA dan FAA (Yang jelas ini semua adalah badan pemerintah Amerika yang berhubungan dengan sains dan angkasa) berkumpul dan membuat sebuah buku kecil. Tujuannya untuk memberikan informasi memadai mengenai karakter contrail kepada orang-orang paranoid dan "misinformed" yang tersebar di Amerika. Menurut mereka, tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Yang ada hanyalah uap air dan kristal es yang membentuk jejak-jejak asap di langit.

"Conspiracy nonsense," Kata Kenneth Sassen dengan sinis. Ilmuwan yang ahli atmosfer ini mengatakan bahwa jejak-jejak asap yang terlihat adalah "perfectly natural".

Apakah "conspiracy nonsense" atau "perfectly natural", yang pasti chemtrail conspiracy telah ditahbiskan oleh sebagian media sebagai salah satu teori konspirasi terbesar di dunia.

 Pernah melihat pesawat yang terbang tinggi dilangit lalu mengeluarkan jejak asap panjang dibelakangnya? Asap berupa awan panjang itu bernama Contrail (Condensation Trail atau jejak kondensasi), yang terjadi akibat adanya kondensasi udara.

Contrail adalah efek alami dari kondensasi udara yang mengandung uap air.

Yang tidak alami dan tak lazim adalah chemtrail, namun apakah chemtrail itu? Pertama, kita harus mengetahui apa contrail dan apa chemtrail itu.

Contrail adalah jejak kondensasi atau jejak uap air terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat.

Jejak kondensasi dapat terlihat dalam waktu beberapa detik atau menit, atau bahkan berjam-jam, bergantung pada kondisi atmosfer. Contrail adalah efek alami dari kondensasi udara yang tidak berbahaya dan mengandung uap air.

Lalu apa itu chemtrail? Chemtrail (Chemical Trail atau jejak kimiawi) adalah bahan kimia atau biologis yang sengaja disebar pada ketinggian tertentu oleh pemerintah Amerika dengan tujuan yang masih misterius. Awan yang terbentuk dari chemtrail ini biasa disebut chemcloud.



Teori konspirasi chemtrail menyebar di internet, menyatakan bahwa aktivitas ini disengaja oleh pemerintah Amerika. Akibatnya, aparatur pemerintah AS menerima ribuan protes dari penduduk yang meminta penjelasan.

Keberadaan chemtrail dibantah oleh pemerintah dan ilmuwan di seluruh dunia. Bahkan Angkatan Udara Amerika Serikat menyatakan bahwa teori ini adalah hoax atau berita bohong.

Walau dibilang oleh pemerintah tidak berbahaya, chemtrail mengakibatkan banyak orang mengalami gangguan kesehatan.

Banyak orang mengeluh merasa pusing, tidak enak badan, sesak napas atau mata merah saat pesawat chemtrail menyebarkan asap.

Bila asap dari pesawat chemtrail berubah menjadi awan, gangguan kesehatan akan terus berlanjut sampai awan tersebut hilang.


Kandungan material dari chemtrail ternyata tidak hanya membuat gangguan kesehatan pada manusia, tapi juga membuat tanaman atau binatang terganggu kesehatannya juga.


Chemtrail

Ditengarai banyak binatang yang mati atau tanaman yang rusak akibat dari chemtrail ini. Bahkan ada yang menyebutkan chemtrail dapat membuat mandulnya tanaman atau hewan yang terkena pengaruh dari bahan chemtrail.

Saat material dari chemtrail turun ke tanah, materialnya akan meresap ke dalam tanah dan juga meracuni air.

Tanah akan berkurang kesuburannya dan air akan menjadi lebih berbahaya untuk dikonsumsi.

Di Amerika kandungan aluminium dan barium di tanah dan air di konfirmasi meningkat tajam pada akhir – akhir ini hingga mencapai level yang tidak layak untuk dipergunakan.

Chemtrail dipercaya mempunyai bahan sebagai berikut:
- oksida aluminium
- merkuri
- material radio aktif
- barium
- fiber
- microchip
- virus atau bakteri penyakit

Semua material yang terdapat pada daftar tersebut mempunyai efek buruk pada kesehatan. Beberapa orang yang mengalami gangguan akhir – akhir ini di tes darah atau paru- parunya menunjukkan adanya peningkatan kandungan material yang tersebut di atas.

Banyak yang sudah merasakan sendiri gangguan kesehatan dari chemtrail ini. Mereka berkumpul untuk mencoba menghentikan chemtrail tersebut. Namun sayang usaha mereka masih gagal.


Untuk yang sudah mengalami gangguan dan ingin mencoba alat untuk mengurangi efek dari chemtrail, persilahkan untuk mencoba membuat sendiri cemenite, orgonite atau cloud buster .

Orgonite adalah alat orgone yang diperkenalkan oleh Karl Welz. Orgonite adalah nama dagang yang dipakai oleh Karl Welz untuk alat yang dibuat dari campuran serbuk atau potongan logam dan resin.

Sebelum Karl Welz juga sudah ada alat dengan konstruksi yang hampir sama, bahkan ada yang sudah dipergunakan ribuan tahun.


Manfaat dari orgonite :

- Menetralisir racun dan radiasi dari udara
- Menghilangkan Chemtrails dan menjaga udara tetap bersih
- Memperbaiki pernapasan dan membantu penderita asma
- Membantu mempercepat proses penyembuhan
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Menyembuhkan sakit kepala dan migran
- Melindungi dari halilintar dan angin puyuh di sekitarnya
- Menetralisir efek dari hal atau alat pengontrol pikiran (sebentuk hipnotis)
- Menghilangkan insomnia atau susah tidur dan mimpi buruk
- Mengurangi tingkat stress
- Membuat tanaman tumbuh lebih sehat; dan suasana alam lebih segar dan nyaman, dll

Bentuk orgonite bisa bermacam-macam, ada yang berupa tabung panjang, bulat setengah telur, elips, bahkan berbentuk piramid.

Efek orgonite ini sangat cepat terasa di lingkungan tempat dimana orgonite ini diletakkan.

Dari beberapa sumber menyatakan dengan cara meletakkan Orgonite (“Gifting”) di sumber polusi, seperti : energi negatif, radiasi elektromagnetik, efek chemtrails, dll (di dekat Tower HP/TV/ Stasiun radio, Gardu PLN, di danau, sungai, dan dipelabuhan laut) menjadi efek positif yang besar di alam.

Langit menjadi lebih cerah dan kembali berwarna lebih biru; sedangkan bila diaplikasikan dirumah, kantor, kendaraan akan membuat kita makin sehat, semua masalah kesehatan tubuh teratasi sendirinya.

Untuk membuat orgonite, anda dapat menuju ke halaman Tips & Trik. Dan tips untuk membuat orgonite ini ada di bagian bawah halaman Tips & Trik tersebut.

Dari pengalaman, alat orgone yang bisa mengurangi chemtrail adalah alat yang bisa membuat orang tidur lebih nyenyak tanpa terganggu, membuat tanaman tumbuh lebih hijau dan besar, membuat kendaraan lebih irit, serta membuat burung-burung betah berada di sekitar kita.

Jejak Chemtrail di langit Jakarta
Jejak-jejak kimia (chemical trails/chemtrails) yang disemprotkan pesawat asing itu berisi aerosol bermuatan virus maut. Chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi.



Sinyaleman adanya penyemprotan chemtrails (jejak-jejak kimia) juga ada di langit Jakarta sejak tahun 2009 dan melalui pesawat tangker jet milik USAF mengarah pada sejumlah bukti awal.

Beberapa hari setelah penyemprotan chemtrail terakhir (Agustus sampai September 2010), jumlah pasien dengan keluhan infeksi pernafasan di Jakarta melonjak naik hingga 400 persen.


Zoom: Pesawat yg sedang menyemprot (cloud feeding) bahan kimia dari dalam pesawat.

Pada Maret 2009, operasi intelijen di langit Jakarta dengan menggunakan sebaran chemtrails juga pernah terjadi.

Saat itu, chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta juga melalui pesawat USAF adalah untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi.

Namun karena aliran angin pada saat itu adalah angin timur yang menuju ke arah barat laut, angin diatas Jakarta tersapu hingga ke arah Singapura.

Kemudian tak berapa lama ditemukan kasus dan korban (victim) dari kasus flu burung (H5N1) di Singapura.

Penyemprotan chemtrails melalui pesawat, selama ini dianggap sebagai upaya menurunkan daya tahan tubuh manusia, atau bahkan menyebarkan penyakit-penyakit berbahaya. Chemtrails bisa ditumpangi virus-virus atau zat-zat berbahaya. Misalnya, bromium yang dicampur dengan virus influenza.

Demikian pengamatan, mantan anggota angkatan udara Amerika AU AS (USAF) dan juga aktifis anti-chemtrail yang sangat prihatin atas fonomena chemtrail Jerry D Gray, menyikapi kurang awasnya pemerintah dan masyarakat Indonesia melihat penggunaan senjata biologi yang mengancam kedaulatan Indonesia.

“Pihak asing yang ingin ‘menguasai’ negara ini tidak perlu melakukan perang yang mahal. Tetapi, cukup dengan melemahkan kesehatan penduduknya melalui zat-zat kimia”, terang Jerry.


“Kontrol populasi”, itulah sepertinya yang hendak dituju. Langkah ini merupakan bagian dari operasi intelijen depopulasi yang dijalankan oleh kelompok New World Order dengan mengadopsi skenario kaum Pagan.

Kaum Pagan telah menetapkan, bahwa program depopulasi “project cloverleaf” akan digelar intens mulai Desember 2012.


Brosur tentang chemtrails

Ketika menjadi Presiden Amerika Serikat, George H.W. Bush sering melontarkan gagasan New World Order dalam banyak kesempatan. Para pengusung teori konspirasi menyebut Bush sebagai pengembang kaum pagan modern. Bersama dengan Zionis-Yahudi, Amerika Serikat akan meneruskan paganisme dunia purba.

Penyebaran zat-zat kimia berbahaya sudah tentu berpotensi jangka panjang untuk melumpuhkan SDM Indonesia.

Operasi depopulasi ini, juga diarahkan agar terjadi ketergantungan penduduk dengan obat-obatan kimia dari luar.




Dengan demikian secara ekonomi, industri farmasi luar akan bisa eksis dan semakin berkembang. Kecurigaan terhadap hal ini sempat diungkapkan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Tidak itu saja, melalui kehidupan sosial, generasi muda bangsa juga mendapat ancaman besar pelemahan “senjata biologi” non negara. Mereka diserang dengan zat-zat adiktif berbahaya, narkoba. Transaksi yang terjadi di Indonesia sungguh fantastis, 800 miliar perhari atau 292 triliun!


Hingga detik ini, semakin banyak aktivis diseluruh penjuru dunia yang menentang aksi penyebaran zat kimia melalui pesawat tersebut.

Bahkan penolakan dan aksi petisi untuk pemberhentian chemtrail hingga kini juga masuk sampai ke badan dan agen-agen pemerintah serta para pensiunan FBI (lihat video dibawah).

Dengan begitu, semakin banyak pula para ilmuwan yang menyelidiki zat-zat beracun dan berbahaya yang terkandung di dalam chemtrail ini. Semua bahannya sangat berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia.


Efek dari zat kimia dan biologis yang “disiram” di langit berupa chemtrail tersebut berdampak kepada makhluk hidup agar menjadi sakit hingga berefek mematikan.

Secara tidak langsung, semua serangga termasuk hewan dan tumbuhan juga ikut berdampak kepada berubahnya perilaku hewan-hewan dan mempengaruhi kesuburan tumbuhan dan tanaman.

Efek ini juga mempengaruhi serangga-serangga penyerbuk alami terhadap bunga dan tanaman. Sebagai contoh hewan kecil: tawon, kupu-kupu, ngengat dan kumbang.


Tawon yang sudah terkena zat kimia ini akan berperilaku menjadi bingung (disorientation) dan tidak dapat menyerbuk bunga dan tanaman lainnya, yang akhirnya semua tawon dan hewan penyerbuk tumbuhan menjadi mati.

Akibatnya dunia akan menjadi chaos dan terjadi kerusuhan dimana-mana. Dengan begitu mereka para penganut New World Order (NWO) akan dapat mengontrol populasi dunia.

Dengan kemampuan mengontrol populasi dunia maka mereka juga akan lebih leluasa untuk berkuasa.

Namun akibat tawon dan kumbang musnah, maka tidak akan ada lagi buah-buahan, dan membuat semua hewan dan manusia juga ikut musnah. (icc.wp.com)


Dengan demikian secara ekonomi, industri farmasi luar akan bisa eksis dan semakin berkembang. Kecurigaan terhadap hal ini sempat diungkapkan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Tidak itu saja, melalui kehidupan sosial, generasi muda bangsa juga mendapat ancaman besar pelemahan “senjata biologi” non negara. Mereka diserang dengan zat-zat adiktif berbahaya, narkoba. Transaksi yang terjadi di Indonesia sungguh fantastis, 800 miliar perhari atau 292 triliun!


Ironisnya, regulasi kebijakan terkait sektor kesehatan juga terindikasi ada intervensi asing, adanya liberalisasi.

UU kesehatan yang baru, nomor 36 tahun 2009 banyak memunculkan permasalahan antara pasien dan rumah sakit. Apalagi persoalannya, kalau bukan karena biaya mahal, salah satunya terkait dengan harga obat-obatan dari luar.

Sejalan dengan itu, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, justru mendorong adanya liberalisasi farmasi di Indonesia.

Penyebaran zat-zat kimia berbahaya sudah tentu berpotensi jangka panjang untuk melumpuhkan SDM Indonesia. Operasi depopulasi ini, juga diarahkan agar terjadi ketergantungan penduduk dengan obat-obatan kimia dari luar.